2 Jurus Bos BI Jaga Likuiditas RI Agar Rupiah Bisa Selamat

cnbcindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan sudah menyiapkan berbagai langkah agar likuiditas keuangan Indonesia bisa terjaga dan membuat rupiah kembali menguat.

Perry mengatakan telah menyiapkan dua langkah untuk meningkatkan likuiditas demi menstabilkan rupiah kembali, yakni dengan cara meningkatkan daya tarik imbal hasil atau yield surat berharga agar portofolio asing kembali masuk ke Indonesia.

"Pertama adalah meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portofolio inflow asing kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri, memang itu ada outflow, baik di saham, SBN, atau sebagian kecil di SRBI," kata Perry dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).


Oleh karena itu, menurutnya, sektor fiskal dan moneter sepakat untuk bersama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil agar dana asing kembali masuk besar ke pasar keuangan Indonesia dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca: Mensesneg Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Ini Alasannya

Selain meningkatkan yield di instrumen seperti saham, SBN, dan SRBI, BI juga akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI.

"Kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI, tetapi harus ada peningkatan remunerasi atau bunga yang diberikan BI kepada pemerintah," jelas Perry.

Dengan demikian, operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan operasi fiskal tetap mendukung.

"Dua hal itu yang kami lakukan. Kami sepakat ini akan terus kita lakukan," ujarnya.

Baca: Purbaya Kasih Janji Besar ke Penjual Tahu Tempe, Ini Jurus dari Bos BI
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad (Tengah) dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube) Foto: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad (Tengah) dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp18.000 per USD

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Tanjung Burung, PIK2 Tak Berhenti di Seremoni
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Mensesneg Sebut Saling Mendukung Jadi Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi RI
• 16 jam laludetik.com
thumb
Pintu 5 GBK Tutup Besok Pagi untuk Yellow Run 2026, Ini Akses Alternatif via MRT dan TransJakarta
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Eks Ketua BEM UGM soal 3 Pimpinan BGN Jadi Tersangka: Pemimpin Buruk Pasti Memilih Tim yang Buruk
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.