jpnn.com - Aktivis politik asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Gregorius Matrecano atau Bung Reno menilai keresahan publik mulai merebak di berbagai daerah akibat tantangan ekonomi yang makin berat.
Menurut Reno, kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi krisis kepercayaan yang dipicu oleh ketidakpastian politik dan tekanan ekonomi yang terus menghimpit rakyat.
BACA JUGA: Strategi Ganjar Urai Persoalan Ekonomi lewat Raperda APBD 2022
Reno mengatakan di tengah kebutuhan hidup yang mahal, melemahnya daya beli masyarakat, dan sulitnya lapangan pekerjaan, rakyat justru disuguhi narasi politik yang jauh dari persoalan nyata yang dihadapinya setiap hari.
"Oleh karena itu, pemimpin jangan sibuk beretorika. Rakyat membutuhkan kepastian. Mereka ingin tahu ke mana arah bangsa ini dibawa dan bagaimana pemerintah menjawab kesulitan yang mereka rasakan,” tegas Bung Reno dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (6/6/2026).
BACA JUGA: Inflasi Terkendali dan Perbankan Sehat, Ekonom Nilai Fundamental Ekonomi RI Kuat
Dia menilai meningkatnya demonstrasi, kritik publik di media sosial, hingga berbagai bentuk protes yang muncul di sejumlah daerah bukanlah fenomena biasa.
Menurutnya, hal itu merupakan alarm keras bahwa sebagian masyarakat mulai kehilangan kesabaran terhadap situasi yang dianggap tidak memberikan kepastian.
BACA JUGA: Kemnaker dan Kemenekraf Siapkan Tenaga Kerja yang Kompeten di Sektor Ekonomi Kreatif
"Ketika rakyat mulai lebih percaya pada keresahan yang mereka rasakan daripada janji-janji yang mereka dengar, maka sesungguhnya ada persoalan serius yang harus segera dijawab,” katanya.
Dia mengingatkan sejarah menunjukkan ketidakpuasan publik sering kali berawal dari persoalan ekonomi.
Saat harga kebutuhan naik, kesempatan kerja menyempit, dan pendapatan masyarakat stagnan, kepercayaan terhadap institusi negara dapat terkikis apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang konkret dan berpihak kepada rakyat.
Dia menyoroti kondisi petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda yang menurutnya kini menghadapi tantangan yang makin berat.
Banyak di antara mereka harus berjuang menghadapi biaya produksi yang meningkat, pasar yang tidak stabil, dan ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan.
“Jangan salah membaca situasi. Rakyat mungkin diam, tetapi mereka merasakan semuanya. Mereka melihat, menilai, dan menunggu bukti, bukan sekadar narasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bung Reno menilai stabilitas politik tidak dapat dibangun hanya melalui pencitraan dan komunikasi publik semata.
Stabilitas, kata dia, lahir dari kepercayaan masyarakat yang tumbuh karena adanya keadilan, kepastian hukum, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan.
“Pemimpin harus hadir di tengah kegelisahan rakyat. Jika pemimpin terlalu jauh dari realitas masyarakat, maka jarak antara kekuasaan dan rakyat akan semakin lebar,” tegasnya.
Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan politik yang hanya berorientasi pada kepentingan kelompok dan mulai fokus pada agenda-agenda yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas.
Menurut Reno, bangsa ini tidak sedang kekurangan slogan. Yang kurang adalah keberanian mengambil keputusan yang mampu memberikan harapan dan kepastian bagi rakyat.
"Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik, rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata,” pungkas Bung Reno.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




