Bisnis.com, JAKARTA — PT Cipta Kridatama (CK), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan klaster pertanian berkelanjutan berbasis teknologi Biochar Three in One (Biotron) di Kalimantan Selatan.
Direktur PT Cipta Kridatama, Roni Setyawan, mengatakan program Biotron dirancang untuk memenuhi kebutuhan langsung masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
"Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, CK bersama mitranya mengembangkan program inovasi pupuk organik yang diberi nama Biotron atau Biochar Three in One," ujar Roni dalam keterangan resmi, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut bertujuan memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan hasil pertanian warga, serta menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Implementasi Biotron saat ini telah berjalan di Kabupaten Tanah Bumbu dan wilayah operasional PT Borneo Indobara. Dalam pelaksanaannya, CK menggandeng Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dan Balai Penyuluh Pertanian Kusan Hulu untuk memberikan pelatihan, demonstrasi lapangan, serta pendampingan teknis kepada petani.
Manajemen ABMM menjelaskan Biotron merupakan teknologi pemulihan tanah berbasis biochar yang dikembangkan untuk menjawab sejumlah tantangan sektor pertanian, mulai dari kelangkaan pupuk, degradasi kualitas tanah, hingga penurunan produktivitas lahan.
Baca Juga
- Perubahan Kepemilikan Saham ABMM, BEEF, BIPI, DSNG, SIMP, Hingga SUPA per 25 Mei 2026
- Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM dan SIMP Jelang Ekspor Batu Bara dan Sawit via Danantara Berlaku
- Ekspor Pertanian dan Pertambangan RI Melemah, Manufaktur Menguat April 2026
Selain diterapkan pada lahan pertanian masyarakat, teknologi tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung program agroforestri dan pemulihan lahan jangka panjang, termasuk lahan pascatambang.
Berdasarkan hasil awal implementasi program, penggunaan Biotron menunjukkan perbaikan kesehatan tanah, peningkatan hasil panen, pengurangan penggunaan pupuk sintetis, serta peningkatan ketahanan ekonomi petani.
Roni menegaskan perusahaan akan terus memperluas cakupan program-program pemberdayaan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
Menurut dia, program tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan penerapan praktik keberlanjutan.
"Yang kami lakukan ini menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan, standar keselamatan tinggi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan bila dirancang dengan tata kelola yang konsisten dan orientasi manfaat jangka panjang," ujar Roni.
Pengembangan klaster pertanian berkelanjutan melalui Biotron menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Grup ABMM yang menempatkan aspek operasional, keselamatan kerja, sumber daya manusia, lingkungan, dan masyarakat sebagai pilar utama bisnis.
Selain program Biotron, ABMM juga menjalankan Program Kopi Aranio sebagai bagian dari inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Kedua program tersebut difokuskan untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta mendukung pengelolaan lingkungan di wilayah sekitar operasi perusahaan.
ABMM menilai program-program tersebut juga selaras dengan prioritas pemerintah dalam pembangunan desa dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).





