Jakarta, VIVA – Cuaca panas belakangan ini semakin sering dirasakan di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia. Kondisi ini bukan hanya membuat tubuh terasa gerah dan cepat lelah, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan kulit.
Saat suhu meningkat, tubuh akan berusaha menurunkan panas melalui keringat, namun proses ini justru dapat memicu berbagai masalah kulit jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat.
Kulit merupakan bagian tubuh yang paling pertama terpapar perubahan suhu dan lingkungan. Ketika cuaca panas terjadi terus menerus, produksi minyak dan keringat meningkat, sementara kelembapan kulit bisa menurun.
Kombinasi inilah yang kemudian menjadi pemicu munculnya berbagai gangguan kulit, mulai dari yang ringan hingga yang cukup mengganggu aktivitas sehari hari.
Sebab itu, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana cuaca panas dapat memengaruhi kondisi kulit. Dengan begitu, Anda dapat melakukan langkah pencegahan sederhana agar kulit tetap sehat, nyaman, dan tidak mudah mengalami iritasi.
Berikut ragam efeknya, sebagaimana dihimpun Viva dari berbagai sumber, Sabtu, 6 Juni 2026.
1. Biang keringat atau heat rash
Salah satu efek paling umum dari cuaca panas adalah biang keringat atau heat rash. Kondisi ini terjadi ketika saluran keringat tersumbat sehingga keringat terperangkap di bawah kulit. Gejalanya biasanya berupa bintik bintik merah kecil yang terasa gatal atau perih.
Area yang sering terkena antara lain leher, punggung, dada, dan lipatan tubuh seperti ketiak. Meski tidak berbahaya, kondisi ini dapat sangat mengganggu kenyamanan.
2. Kulit menjadi lebih mudah iritasi
Cuaca panas menyebabkan tubuh lebih banyak berkeringat. Ketika keringat bercampur dengan gesekan dari pakaian, kulit dapat mengalami iritasi. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan, rasa perih, atau sensasi terbakar ringan pada kulit. Pada orang dengan kulit sensitif, iritasi bisa muncul lebih cepat dan terasa lebih tidak nyaman.
3. Kulit mengalami dehidrasi
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, kulit dapat mengalami dehidrasi. Kulit yang dehidrasi biasanya terlihat lebih kusam, terasa kasar, dan kurang elastis. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat mempercepat munculnya garis halus dan tanda penuaan dini.





