Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas Jakarta untuk besok tanggal 7 Juni 2026. Pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan ini diterapkan sehubungan dengan diselenggarakannya kegiatan Yellow Run 2026.
Kegiatan olahraga lari tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu pagi, mulai pukul 05.30 sampai dengan pukul 08.00 WIB. Untuk menjamin kelancaran acara, petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas secara khusus pada ruas-ruas jalan yang bersinggungan langsung dengan rute pelari.
Berdasarkan pengumuman resmi dari penyelenggara, rute kegiatan dibagi menjadi dua kategori jarak tempuh, yakni 5 kilometer (km) dan 10 km. Berikut adalah rincian jalan yang akan dilewati oleh rute 5 km:
- Peserta akan memulai kegiatan dari titik start di Pintu 7 GBK.
- Jalur berlanjut ke Jalan Jenderal Sudirman sisi Barat dan Jalan Gatot Subroto pada segmen Simpang Susun Semanggi sisi Timur.
- Pelari kemudian mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur dan Jalan Senopati, lalu melintasi Patung Pemuda Membangun.
- Rute diakhiri dengan menyusuri kembali Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur menuju titik finish di Pintu 7 GBK.
Sementara itu, berikut adalah rute perjalanan untuk kategori 10 km:
- Titik start dimulai dari Pintu 7 GBK, kemudian mengarah lurus ke Jalan Jenderal Sudirman sisi Barat.
- Peserta diwajibkan untuk berputar di Bundaran HI dan berbalik arah masuk ke Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur.
- Selanjutnya, peserta akan berputar kembali di Patung Pemuda Membangun untuk menyusuri Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur menuju Pintu 7 GBK sebagai titik finish.
Masyarakat yang berkepentingan di kawasan pusat ibu kota pada jam tersebut diimbau untuk mematuhi pengalihan arus yang telah disiapkan. Berikut adalah skema rute alternatif bagi para pengendara dari berbagai arah:
- Lalu lintas dari arah Barat (Tanah Abang) yang menuju Timur (Manggarai atau Kampung Melayu) diarahkan untuk melintasi Jalan K.H Mas Mansyur dan berlanjut ke Jalan R.M Margono Djojohadikoesoemo maupun Jalan Prof. Dr. Satrio.
- Lalu lintas dari arah Timur (Menteng, Manggarai, atau Kampung Melayu) yang menuju Barat (Tanah Abang atau Slipi) dialihkan ke beberapa rute seperti Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Sultan Agung, atau Jalan KH. Abdullah Syafei.
- Arus kendaraan dari Utara (Harmoni) yang mengarah ke Selatan (Blok M) dialihkan melintasi Jalan Suryopranoto, Jalan Tomang Raya, hingga tembus ke Jalan Letjen S. Parman.
- Arus kendaraan dari arah Selatan (Blok M atau Jalan Pattimura) menuju Utara (Harmoni) diarahkan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pakubuwono VI, serta Jalan Hang Lekir II.
Bagi para peserta maupun masyarakat yang datang ke lokasi menggunakan kendaraan pribadi, penyelenggara telah menyediakan 10 area kantong parkir resmi di dalam dan sekitar kawasan GBK. Beberapa lokasi dengan kapasitas parkir terluas di antaranya adalah:
- Parkir Istora dengan daya tampung 257 kendaraan roda 4 dan 1000 kendaraan roda 2.
- Parkir Elevated sisi Selatan serta sisi Utara yang masing-masing mampu menampung 400 unit kendaraan roda 4 dan 1500 unit kendaraan roda 2.
- Parkir Lapangan ABC yang menyediakan 150 ruang untuk kendaraan roda 4 dan 1305 untuk kendaraan roda 2.
Sebagai informasi tambahan, pelaksanaan acara ini juga berimbas pada jadwal operasional layanan transportasi publik bus Transjakarta. Akan ada perubahan pola operasi serta modifikasi lintasan bus yang diberlakukan khusus pada Minggu pagi tersebut, yakni sejak pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 07.00 WIB.
(kny/jbr)





