JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menegaskan pembahasan Board of Peace (BOP) untuk sementara ditunda menyusul meningkatnya ketidakpastian situasi di Timur Tengah.
Anis menyebut BOP perlu dipahami sebagai manuver geopolitik yang memiliki tujuan bertahap. Sasaran utamanya adalah menghentikan genosida di Palestina.
Ia menilai target tersebut secara relatif telah tercapai, meski perang di kawasan belum benar-benar berakhir.
Anis juga mengaitkan dinamika BOP dengan situasi politik domestik Israel. Menurutnya, apabila proses perdamaian berjalan dan tercapai penyelesaian konflik, maka tekanan politik terhadap Perdana Menteri Israel akan semakin besar.
Anis menilai salah satu bentuk distraksi tersebut adalah eskalasi konflik dengan Iran yang kemudian berkembang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Dalam kondisi seperti sekarang, menurutnya, kontrol terhadap kawasan menjadi semakin tidak menentu sehingga pemerintah Indonesia mengambil langkah yang tepat dengan menunda pembicaraan terkait BOP.
Selain itu, tindakan Israel terhadap warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla juga menjadi perhatian pemerintah.
Dalam paparannya, Anis turut mengulas dua opsi strategis yang menurutnya sedang dikembangkan Israel. Opsi pertama adalah normalisasi hubungan dengan negara-negara Islam. Namun, menurut Anis, skenario tersebut semakin sulit diwujudkan pasca-perang di Palestina.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/WN2BU1nrpng
#prabowo #perang #iran
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- bop
- indonesia
- perang
- iran
- anis matta
- wamenlu





