Alasan Logis Kenapa Piala Dunia cuma Digelar 4 Tahun Sekali, bikin Fans Penasaran

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Ajang Piala Dunia FIFA selalu berhasil menyedot perhatian miliaran pasang mata di seluruh planet Bumi.

Apalagi pada edisi Piala Dunia 2026 kali ini, turnamen bakal makin meriah karena diikuti oleh 48 tim dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa, sih, kompetisi sepak bola terbesar di dunia ini cuma diadakan empat tahun sekali? Kenapa tidak dibuat setiap tahun saja biar fans puas? Ternyata, ada alasan-alasan krusial di balik keputusan tersebut. Berikut penjelasannya!

1. Proses Kualifikasi yang Sangat Panjang

Sebelum bisa masuk ke babak final Piala Dunia, negara-negara di seluruh dunia harus saling sikut dulu di zona regional masing-masing (seperti Asia, Eropa, hingga Amerika Selatan).

Proses kualifikasi ini memakan waktu hingga bertahun-tahun dan melibatkan ratusan pertandingan. Jadi, mustahil jika harus diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun.

2. Butuh Persiapan Infrastruktur yang Gila-gilaan

Menjadi tuan rumah Piala Dunia itu bukan perkara gampang. Butuh perencanaan matang dan dana yang luar biasa besar untuk membangun fasilitas penunjang.

Sebagai gambaran:

- Piala Dunia 2026: Akan Menyajikan 104 pertandingan selama 39 hari di 16 stadion berbeda yang tersebar di 3 negara.

- Piala Dunia 2022 Qatar: Pemerintah Qatar bahkan harus merenovasi satu stadion dan membangun 7 stadion baru dari nol dalam waktu 12 tahun demi menyambut turnamen ini.

3. Biar Tidak Tabrakan dengan Olimpiade

Siklus empat tahunan ini sengaja dibuat mengikuti pola Olimpiade. Agar kedua event olahraga terbesar di dunia ini tidak saling tabrakan dan berebut penonton, Piala Dunia pertama (1930) sengaja digelar persis di tengah-tengah jeda dua Olimpiade. Tradisi ini pun awet dipertahankan sampai sekarang.

4. Jadwal Pemain Sudah Sangat Padat

Para pesepak bola top dunia bukanlah robot. Dalam setahun, mereka sudah kelelahan membela klubnya di liga domestik, turnamen cup, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub.

Belum lagi, di level negara, mereka juga harus bertanding di turnamen sewilayah seperti Euro, Copa America, atau Piala Afrika (AFCON). Jika Piala Dunia dipaksakan digelar setiap tahun, fisik para pemain dipastikan bakal rontok.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tarik Utang Rp 386 Triliun Per 31 Mei, Purbaya: 46,4 Persen dari Target APBN 2026
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Akselerasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia jadi ruang penguatan ekonomi rakyat
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Cimahi perkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis pengembangan SDM
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
3 Cara Mengenali Orang yang Pura-pura Bahagia Dilihat dari Postingan di Media Sosial
• 20 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.