Kol Punya Manfaat Jitu, Tapi 6 Kelompok Orang Ini Harus Waspada

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Kol. (CNBC Indonesia)
Daftar Isi
  • 1. Orang dengan Gangguan Tiroid
  • 2. Orang yang Sedang Diare atau Memiliki IBS
  • 3. Orang dengan Penyakit Lambung atau GERD
  • 4. Orang yang Akan Menjalani Operasi
  • 5. Orang yang Mengonsumsi Obat Pengencer Darah
  • 6. Orang yang Mudah Kembung dan Sering Buang Gas

Jakarta, CNBC Indonesia - Kol atau kubis dikenal sebagai salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia. Sayuran ini bisa untuk lalapan, campuran tumisan, hingga bahan salad.

Selain murah dan mudah diolah, kol juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya. Kol kaya akan vitamin C, vitamin K, serat, kalium, hingga senyawa antioksidan yang membantu melawan peradangan dan menjaga kesehatan pencernaan.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi kol dengan kesehatan jantung, kontrol gula darah, dan penurunan risiko penyakit kronis.


Meski demikian, tidak semua orang cocok mengonsumsi kol dalam jumlah banyak. Pada kondisi tertentu, sayuran dari keluarga Brassica ini justru dapat memicu gangguan kesehatan atau memperburuk kondisi yang sudah ada.

Baca: Studi Ungkap Efek Tidur Siang Setiap Hari: Berisiko Mati Muda

Berikut enam kelompok orang yang perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi kol:

1. Orang dengan Gangguan Tiroid

Penderita gangguan tiroid perlu memperhatikan jumlah kol yang dikonsumsi. Kol termasuk sayuran silangan yang mengandung senyawa goitrogen, yakni zat yang dalam jumlah besar dapat mengganggu fungsi kelenjar tiroid.

Melansir Beautynesia, ahli gizi Bonnie Taub-Dix menjelaskan risiko tersebut umumnya muncul jika kol dikonsumsi berlebihan, terutama dalam kondisi mentah. Memasak kol terlebih dahulu dapat membantu mengurangi kandungan goitrogen secara signifikan.

2. Orang yang Sedang Diare atau Memiliki IBS

Kol mengandung serat dan fruktan yang cukup tinggi. Pada sebagian orang, terutama yang mengalami diare atau sindrom iritasi usus besar (IBS), kandungan tersebut dapat memperburuk gejala pencernaan.

Mengutip Everyday Health, kol bisa menyebabkan diare pada beberapa orang karena tingginya jumlah fruktan dalam sayuran tersebut. Fruktan adalah karbohidrat alami yang juga ditemukan dalam makanan lain seperti gandum, bawang, dan brokoli.

3. Orang dengan Penyakit Lambung atau GERD

Penderita maag maupun GERD sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi kol. Sayuran silangan diketahui dapat menghasilkan gas dalam saluran pencernaan sehingga memicu rasa kembung dan tidak nyaman.

Brown University menemukan, kol dan sayuran sejenis dapat meningkatkan produksi gas yang berpotensi memperparah gejala pada sebagian penderita gangguan lambung.

4. Orang yang Akan Menjalani Operasi

Kol diketahui dapat memengaruhi kadar gula darah. Sehingga konsumsi kol dalam jumlah besar dikhawatirkan mengganggu pengendalian gula darah selama dan setelah prosedur operasi.

Sejumlah sumber kesehatan menyarankan untuk menghentikan konsumsi kol setidaknya dua minggu sebelum operasi yang telah dijadwalkan.

Baca: 7 Tanda Asam Lambung Naik & Cara Mencegahnya
5. Orang yang Mengonsumsi Obat Pengencer Darah

Kol mengandung vitamin K yang cukup tinggi. Nutrisi ini memang penting bagi tubuh, tetapi dapat memengaruhi cara kerja obat pengencer darah seperti warfarin.

Oleh karena itu, orang yang rutin mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kol dalam jumlah besar.

6. Orang yang Mudah Kembung dan Sering Buang Gas

Meski baik untuk kesehatan usus, terlalu banyak mengonsumsi kol dapat menyebabkan perut kembung dan lebih sering buang gas.

Hal ini terjadi karena kol mengandung raffinose, yaitu jenis serat yang sulit dicerna tubuh. Saat difermentasi oleh bakteri usus, senyawa tersebut dapat menghasilkan gas berlebih.

Para ahli menyarankan konsumsi kol dimulai dalam porsi kecil terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan secara bertahap agar sistem pencernaan dapat beradaptasi.

Selain enam kelompok tersebut, orang yang memiliki riwayat alergi terhadap sayuran keluarga Brassicaceae seperti brokoli, kembang kol, dan kubis Brussel juga perlu waspada karena berpotensi mengalami reaksi alergi serupa setelah mengonsumsi kol.

Baca: Makanan Pemicu Risiko Kanker Payudara, Kenali Gejala Awalnya


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Juarai Liga Champions, PSG Rayakan Kemenangan bersama Presiden Macron

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi: Plastik Hitam di Flyover Tanah Baru Tak Berisi Bayi, tapi Bangkai Kucing
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Keluarga Glazer Siap Lepas Manchester United, Sheikh Jassim Bakal Ambil Alih?
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
3 Doa Minum Air Zamzam: Bacaan Arab Beserta Artinya
• 50 menit laludetik.com
thumb
Menyemut! Penampakan Ribuan Warga ke Jalan-Marah, Seret Menantu Trump
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Waspada! BMKG Prediksi El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.