Fundamental Ekonomi Dinilai Solid, Pemerintah Fokus Percepat Pertumbuhan Sektor Riil

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat.

Meski demikian, ia menekankan pemerintah tidak ingin hanya bergantung pada kekuatan fundamental tersebut.

BACA JUGA:Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Harus Cetak Pemimpin dan Manajer Hebat seperti KH Wahab Hasbullah

Karena itu, pemerintah akan terus mendorong berbagai program yang dapat mempercepat pertumbuhan sektor riil agar dampaknya semakin terasa bagi masyarakat.

"Fundamental ekonomi kita memang cukup kuat, tetapi pemerintah harus terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat," kata Pras di DPR RI, Sabtu, 6 Juni 2026.

Ia menyebut sejumlah sektor yang menjadi fokus pemerintah antara lain ketahanan pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi.

Ia mengatakan pemerintah bisa menjalankan tugasnya dengan baik demi menjaga ekonomi dan nilai tukar rupiah bisa stabil.

BACA JUGA:Main Sambil Belajar, LEGO Playground 2026 Tawarkan Liburan Seru untuk Keluarga di Jakarta

"kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat, tetap tumbuh dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pihaknya bersama pemerintah terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas rupiah.

Terkait hal ini pemerintah dan BI menyiapkan 2 langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

"Ada dua yang berkaitan dengan penguatan koordinasi moneter fiskal untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry.

BACA JUGA:Pertamina Bagikan Strategi AI dan Transformasi Digital kepada Medco E&P, Jadi Acuan Industri Energi

Ia mengatakan langkah pertama yaitu meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing (portfolio inflows).

Perry mengakui kenaikan suku bunga di luar negeri telah memicu arus keluar modal (outflow) dari pasar keuangan Indonesia, baik dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), maupun dalam jumlah yang lebih kecil dari instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adaptasi Wattpad Samuel Segera Tayang, Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick Bikin Fans Baper
• 13 jam laluintipseleb.com
thumb
PLN Indonesia Power Incar Proyek Energi Bersih di Amerika Latin dan Karibia
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Benang Kusut Kasus Penipuan Travel Umrah Hanania Group
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Saking Jagonya, John Herdman sampai Angkat Topi untuk Pemain Ini
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Beda dari Pegadaian, Harga Emas Antam di Laman Logam Mulia Turun Jadi Rp2.738.000 Per Gram
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.