Seorang wisatawan berusia 39 tahun dari Guangxi bermarga Qin secara tidak sengaja jatuh ke laut saat berjalan-jalan di tepi pantai. Setelah hanyut selama 7 hari 6 malam, ia akhirnya berhasil diselamatkan. Baru-baru ini, ia menceritakan pengalaman dramatisnya bertahan hidup di laut. Kulitnya terbakar sinar matahari hingga bernanah, dan ia bertahan hidup dengan memakan kepiting-kepiting kecil mentah. Saat ditemukan, ia bahkan sempat berhalusinasi.
EtIndonesia.com Pada 5 Juni, media daratan Tiongkok melaporkan kisah “petualangan hanyut” Qin. Peristiwa itu terjadi pada malam 27 Mei ketika ia sedang berjalan di tepi pantai di Haikou dan tanpa sengaja terjatuh ke laut lalu terseret arus ke perairan terbuka.
Qin mengenang bahwa pada malam kejadian, angin dan ombak sangat besar. Ia tidak membawa peralatan keselamatan apa pun. Selain itu, sebelumnya ia belum pernah berenang di laut, sehingga semakin berusaha berenang, ia justru semakin jauh dari pantai. Teriakannya meminta pertolongan tidak terdengar siapa pun, sementara telepon genggamnya juga hanyut terbawa arus.
Ketika sudah berada di perairan yang lebih dalam, ia melepaskan sepatu, celana, jam tangan, cincin, dan hampir semua barang yang dikenakannya untuk mengurangi beban tubuh agar lebih mudah mengapung di permukaan laut.
Pada hari kedua, sebuah pelampung laut hanyut melintas. Qin berhasil memanjat ke atas pelampung tersebut dan beristirahat semalaman.
Memasuki hari ketiga, ia menyadari dirinya berada di sekitar kawasan Qiongzhou Strait. Ia masih bisa melihat kapal feri yang melintas, tetapi tidak satu pun yang menyadari keberadaannya. Ia sempat berusaha berenang kembali ke pantai saat ombak terlihat lebih tenang, namun gelombang besar kembali menyeretnya ke laut yang lebih jauh.
Menurut Qin, hari keempat dan kelima merupakan masa yang paling berat. Karena sudah lama tidak makan, kondisi fisiknya menurun drastis. Untuk mempertahankan hidup, ia menangkap dan memakan sekitar 70 hingga 80 ekor kepiting kecil secara mentah.
Beberapa hari kemudian, ia mulai mengalami halusinasi. Ketika akhirnya ditemukan oleh para nelayan, ia sempat mengira mereka adalah teman-temannya yang hendak mengajaknya makan. Saat meraih tongkat yang disodorkan nelayan untuk menyelamatkannya, ia bahkan mengira sedang memegang gagang pintu.
Baru setelah berhasil diangkat ke atas kapal nelayan, Qin kembali sadar sepenuhnya. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Qin mengatakan bahwa selama hanyut di laut, seluruh tubuhnya terus-menerus terpapar terik matahari hingga kulitnya mengalami luka dan bernanah. Namun ia terus berpegang pada satu keyakinan:
“Saya tidak boleh mati begitu saja tanpa arti.”
Dengan tekad yang kuat dan naluri untuk bertahan hidup itulah, ia akhirnya mampu menunggu hingga kesempatan penyelamatan datang.
Sumber : NTDTV.com





