Pasar Rumah Mewah Kebal Gejolak Rupiah, Ini Alasannya

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berada di bawah tekanan dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar hunian premium dan mewah di Indonesia. 

Segmen properti kelas atas masih ditopang oleh konsumen dengan daya beli kuat yang lebih mempertimbangkan kualitas produk dan eksklusivitas dibandingkan faktor harga semata.

Head of Advisory Services Colliers Indonesia Monica Koesnovagril mengatakan, seperti di pasar apartemen, pasar rumah premium atau luxury merupakan pasar ceruk (niche market) yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan segmen menengah. 

Kelompok konsumen pada pasar ini relatif terbatas dan cenderung tetap, sehingga gejolak ekonomi, termasuk pelemahan rupiah, tidak secara langsung mengubah pola permintaannya.

“Selalu ada pasar di sini, walau sangat terbatas. Apakah ini berarti ada peningkatan jumlah orang kaya baru? Tidak selalu, karena pasarnya tetap,” kata Monica kepada Bisnis, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Monica, sebagian besar pembelian hunian premium dilakukan untuk kebutuhan sendiri (end user), diversifikasi aset, serta investasi internal keluarga. Karakteristik tersebut membuat keputusan pembelian tidak terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi jangka pendek di pasar keuangan maupun pergerakan nilai tukar.

Baca Juga

  • Indeks Properti Balikpapan Membaik, Kilang dan IKN Jadi Kunci
  • Makin Mahal, Pasar Properti Balikpapan Sepi Peminat
  • Penjualan Properti Diramal Makin Berat Usai BI Rate Naik ke 5,25%

Kendati demikian, tidak semua produk premium yang dipasarkan pengembang mencatat penjualan yang baik. Dia menjelaskan, faktor utama yang menentukan keberhasilan penjualan meliputi lokasi strategis dengan prospek investasi yang baik, reputasi pengembang yang telah teruji, konsep produk yang unik dan sesuai gaya hidup modern, serta tingkat eksklusivitas yang ditawarkan.

Monica juga menuturkan bahwa hunian premium di Indonesia umumnya tidak dibeli untuk mengejar keuntungan investasi jangka pendek. Hal itu tercermin dari pertumbuhan harga yang relatif terbatas, dengan kenaikan rata-rata maksimal sekitar 5% per tahun.

Adapun, pasar properti premium atau luxury memiliki rentang harga di atas Rp10 miliar. “Ini juga selaras dengan alasan orang membeli hunian premium ini yang umumnya tidak untuk investasi,” tuturnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan pasar properti premium di Singapura, Hong Kong, dan Dubai yang berfungsi sebagai pusat bisnis global. Tingginya aktivitas bisnis internasional dan kehadiran pembeli dari berbagai negara membuat properti mewah di kota-kota tersebut menjadi instrumen investasi yang menarik sekaligus tempat tinggal.

Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing menyampaikan, permintaan rumah premium hingga saat ini masih cukup baik meskipun perekonomian menghadapi berbagai tekanan, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurutnya, konsumen pada segmen ini didominasi oleh pengusaha, profesional, dan investor yang memiliki kemampuan finansial lebih kuat sehingga tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga maupun kondisi ekonomi jangka pendek.

"Pada segmen ini, kualitas produk, lokasi, eksklusivitas, serta potensi menjadi pertimbangan utama dibandingkan harga," tegasnya kepada Bisnis. 

Dia melihat tren kebutuhan hunian kelas atas saat ini mengarah pada konsep residensial yang mengutamakan privasi, kenyamanan, serta keseimbangan antara kehidupan modern dan kedekatan dengan alam. 

“Selain itu, aksesibilitas kawasan dan kelengkapan fasilitas menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian,” sambungnya. 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Paramount Land katanya menghadirkan Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong yang menyasar pasar kelas atas melalui konsep hunian bergaya resor dengan tingkat eksklusivitas tinggi.

“Paramount Land terus mengembangkan berbagai produk residensial premium dan luxury, terbaru Matera Lakeside,” sebutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKK Jatim Sosialisasikan Bahaya Judi Online & Pinjol Lewat Lomba Film Pendek
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Dunia Bersiap untuk Momen Bersejarah: 15 Negara Akan Bersihkan “Bom Waktu” di Selat Hormuz
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Mathew Baker Jadi Debutan Termuda di Sejarah Timnas Indonesia
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Jamaah Haji Kloter 02 Kabupaten Banjar Tiba di Tanah Air, Dua Orang Masih Dirawat di Arab Saudi
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Cuaca Malang Raya 6-7 Juni 2026: Siang Cerah Terik, Malam Diselimuti Kabut Pekat
• 10 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.