Pantau - Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan mempercepat berbagai program strategis di sektor riil, terutama di bidang pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi, guna memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan percepatan program sektor riil menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.
Ia mengungkapkan, "Mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat terutama program di bidang pangan, program di bidang energi, kemudian program di bidang perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi."
Fokus Penguatan Sektor RiilPemerintah menilai sektor pangan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Program energi juga terus didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sektor perikanan dipandang memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, industrialisasi dan hilirisasi terus dipercepat untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Penguatan sektor riil tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Sinergi Fiskal dan Moneter DiperkuatPemerintah menegaskan stabilitas ekonomi nasional tidak dapat dijaga oleh satu institusi saja sehingga koordinasi lintas lembaga terus diperkuat.
Menurut Prasetyo, kondisi ekonomi global saat ini menuntut kerja sama yang lebih erat antarpemangku kepentingan agar seluruh kebijakan berjalan searah.
Ia mengatakan, "Dalam situasi hari ini, menuntut kerja sama di antara kita semua. Kebijakan-kebijakan harus saling mendukung, saling memperkuat satu sama lain."
Pemerintah menilai sinergi antara kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah dan kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Dalam rapat koordinasi di Kompleks Parlemen Senayan, pemerintah dan Bank Indonesia membahas sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Pemerintah Tetap Optimistis Hadapi Tantangan GlobalPrasetyo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang kuat meskipun pemerintah terus mencermati perkembangan ekonomi internasional.
Pemerintah menilai dinamika ekonomi global berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah serta pertumbuhan ekonomi nasional sehingga langkah antisipatif terus dilakukan.
Koordinasi antara pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Prasetyo mengatakan, "Kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat, tetap tumbuh dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan."
Pemerintah optimistis percepatan program pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi yang didukung sinergi kebijakan fiskal dan moneter dapat menjaga ekonomi nasional tetap kuat dan tumbuh secara berkelanjutan.




