KOMPAS.TV - Ketegangan di wilayah Lebanon selatan kembali meningkat setelah serangan yang diklaim Hizbullah menargetkan militer Israel.
Dalam video yang dirilis, Hizbullah mengklaim berhasil menyerang sebuah buldoser militer berjenis D-9 milik tentara Israel.
Serangan dilakukan menggunakan drone Ababil di Kota Zawtar Al Sharqiyah.
Serangan drone ini menjadi serangan balasan setelah peningkatan gempuran Israel ke Lebanon selatan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa serangan ke wilayah Lebanon berpotensi menyebabkan negaranya kembali berperang melawan Amerika Serikat dan Israel. Ia menyebut perdamaian di Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari kondisi di Lebanon.
Araghchi mengatakan militer Iran siap berperang melawan Amerika Serikat dan Israel jika koalisi dua negara itu terus menyerang Lebanon.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan Teheran tidak pernah meminta senjata dan Moskwa tidak pernah menyuplai senjata apa pun.
Putin menambahkan pihaknya meminta Iran untuk menahan diri dari menyerang wilayah negara tetangga.
Eskalasi serangan kembali meluas ke wilayah sekutu di tengah negosiasi dan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Lalu bagaimana nasib negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat? Akankah ada kata sepakat di antara keduanya?
Kita bahas bersama Peneliti Asia Middle East Center, Pizaro Gozali, dan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte.
Baca Juga: Araghchi Kesal ke Presiden Lebanon yang Salahkan Iran, Ingatkan Beirut Siapa Musuh Sebenarnya
#iran #as #perang #lebanon #gencatansenjata
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- iran
- as
- perang
- timur tengah
- israel
- lebanon





