JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau pada periode Mei hingga Juni 2026.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus, bahkan di sejumlah wilayah dapat berlanjut hingga September 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan, curah hujan selama musim kemarau tahun ini diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.
Selain itu, sifat hujan diprediksi berada di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
Baca Juga: Kebakaran Pabrik Pengolahan Ikan di Pati, 70 Persen Area Bangunan Rusak Parah| SAPA MALAM
Menurut Faisal, karakteristik musim kemarau di Jawa Barat tidak berlangsung seragam karena setiap wilayah memiliki zona musim yang berbeda.
Oleh sebab itu, kondisi cuaca dan potensi hujan di masing-masing daerah perlu dipantau secara spesifik.
"Sebagian wilayah seperti pesisir utara Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau, sementara wilayah lain seperti Bogor memiliki karakteristik yang berbeda sehingga masih berpotensi mengalami hujan. Karena itu pemantauan perlu dilakukan secara spesifik berdasarkan zona musim," ujar Faisal, dikutip dari bmkg.go.id, Jumat
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa musim kemarau merupakan kondisi yang rutin terjadi di sejumlah daerah dan sering kali menimbulkan persoalan kekurangan air bersih bagi masyarakat.
Menurut Dedi, periode Agustus hingga September menjadi waktu yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena beberapa wilayah di Jawa Barat secara rutin mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau mencapai puncaknya.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- musim kemarau
- bmkg
- jawa barat
- musim kemarau 2026





