JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di wilayah Jawa Barat yang digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), 4 Juni 2026.
Dalam paparannya, Faisal menjelaskan Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026.
Menurutnya, BMKG telah menyampaikan prediksi tersebut sejak Maret 2026 dan diperkuat oleh rilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 2 Juni 2026.
“Kami telah menyampaikan sejak bulan Maret bahwa tahun ini akan terjadi fenomena El Nino. Kemudian pada tanggal 2 Juni kemarin, WMO juga telah merilis bahwa El Nino akan terjadi pada tahun 2026,” ujar Faisal, dikutip dari bmkg.go.id.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 7-8 Juni 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Ia menjelaskan bahwa El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomena yang berbeda. Meski demikian, keduanya sama-sama dapat memengaruhi kondisi curah hujan di Indonesia dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei 2026, indeks ENSO telah mencapai +1,0 yang menunjukkan kondisi El Nino.
Sementara itu, sekitar 28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. BMKG juga memperkirakan durasi musim kemarau tahun ini berlangsung antara tiga hingga tujuh bulan, bergantung pada karakteristik masing-masing wilayah.
Untuk mendukung langkah mitigasi, BMKG akan terus memperbarui informasi iklim, kondisi hari tanpa hujan, hingga potensi kekeringan yang dapat digunakan pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan dan langkah antisipasi.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- musim kemarau 2026
- el nino





