jpnn.com, YOGYAKARTA - Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan sisi lain kehidupan orang tuanya yang selama ini jarang diketahui publik. Megawati menyebut bahwa ayahnya, Bung Karno, dan ibunya, Ibu Fatmawati, pada dasarnya adalah sosok seniman, meski aspek kehidupan tersebut secara historis tidak menonjol di hadapan publik.
Hal tersebut diungkapkan Megawati saat membuka pameran seni rupa bertajuk Mata Hati Soekarno yang diselenggarakan di galeri Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6). Megawati membagikan memorinya tentang bagaimana pola pendidikan di dalam Istana Kepresidenan kala itu sangat kental diwarnai oleh kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.
BACA JUGA: Soroti Persoalan Ekonomi Rakyat, Bung Reno: Pemimpin Jangan Sibuk Beretorika
"Kami dididik di Istana itu Bapak-Ibu saya tuh sebetulnya seorang seniman, tapi tidak ditonjolkan selama ini," ungkap Megawati.
Mengingat dibesarkan oleh orang tua yang berjiwa seni, Megawati menceritakan bahwa dirinya bersama saudara-saudaranya sudah diwajibkan untuk belajar menari tradisional sejak masih berusia lima tahun. Ia digembleng secara disiplin untuk menguasai berbagai tarian daerah, mulai dari tarian Bali, Sunda, Jawa, hingga Sumatera.
BACA JUGA: John Herdman Terkesan Timnas Indonesia Bungkam Oman, tetapi Ada Catatan Penting
Menariknya, Megawati mengaitkan gemblengan tari fisik masa kecilnya itu dengan kondisi kesehatannya saat ini, di mana seorang profesor ortopedi sempat menyatakan kekagumannya terhadap kekuatan struktur tulangnya di usia senja.
"Rupanya ketika umur lima tahun itu kan mulai membangun pertumbuhan badan, ya tulang dan lain sebagainya. Saya bisa nari Bali, Sunda, Jawa, Sumatera. Empat ini digembleng, bukannya asal-asalan, tidak," jelasnya.
BACA JUGA: Peringati Bulan Bung Karno, BBHAR PDIP Gelar Lomba Esai Nasional Berhadiah Beasiswa Advokat
Ketertarikan mendalam Megawati terhadap seni rupa juga dipengaruhi oleh kebiasaan Bung Karno yang kerap mengumpulkan para pelukis legendaris Indonesia di lingkungan Istana. Sejak kecil, Megawati sudah mengenal dekat sosok pelukis legendaris seperti Basoeki Abdullah, Affandi, hingga Nashar. Ia tumbuh besar dengan menyaksikan para maestro tersebut melukis dan berdiskusi secara mendalam.
Bagi Megawati, perjumpaan masa kecil dengan dunia seni itu membentuk pemahamannya bahwa seni memiliki fungsi luhur bagi perkembangan jiwa manusia. Ia pun mendorong para pelaku seni dan budaya lokal untuk terus mendirikan sanggar-sanggar seni guna mengenalkan kekayaan budaya dan karakter nasionalisme Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini.
"Seni itu menurut saya membangunkan yang namanya roh kita itu menjadi sebuah hal yang sangat-sangat baik bagi kemanusiaan," tandas Megawati. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pakai Rompi Merah Muda, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Bungkam Saat Digelandang ke Mobil Tahanan
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga




