DPR Sampaikan Urgensi Revisi UU Pangan, Teknologi Pertanian Dinilai Sudah Berkembang Sangat Cepat

tvonenews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menekankan pentingnya revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan agar selaras dengan perkembangan teknologi pertanian dan kebutuhan pangan nasional saat ini.

Menurut Firman, UU Pangan yang telah berlaku lebih dari satu dekade tersebut perlu diperbarui. Bukan tanpa sebab, alasannya karena saat ini perubahan di sektor pertanian, teknologi, dan konsumsi pangan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan saat undang-undang itu pertama kali disusun.

“Undang-undang ini memang harus segera dilakukan penyesuaian karena ketika undang-undang kita susun, pergerakan terhadap alih teknologi pertanian belum secepat ini,” ujarnya usai Kunjungan Kerja Panja Penyusunan RUU Pangan Komisi IV DPR RI di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2026).

Melansir Parlementaria, Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional tidak boleh hanya berfokus pada beras.

Menurutnya, konsep pangan harus mencakup berbagai sumber hayati lain yang tersedia di berbagai daerah di Indonesia.

Politisi Golkar ini menilai potensi pangan lokal perlu mendapat perhatian lebih besar untuk mendukung ketahanan dan diversifikasi pangan nasional. Sebagai contoh, sagu dan sorgum dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai alternatif sumber pangan masa depan.

Firman menyebut sorgum memiliki nilai strategis karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, termasuk sebagai pengganti gandum yang selama ini masih banyak diimpor.

“Pertanian atau pangan itu tidak hanya bicara beras, tapi juga sumber hayati lainnya. Kita harus mulai mengedepankan kearifan lokal seperti sagu, dan juga pengembangan sorgum,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan program diversifikasi pangan menjadi semakin penting mengingat kebutuhan gandum nasional masih bergantung pada impor dalam jumlah besar.

Karena itu, Rancangan Undang-Undang Pangan diharapkan mampu mendorong pengembangan komoditas lokal, termasuk sorgum, guna memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Firman juga memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan menekan impor beras menunjukkan bahwa target swasembada dapat dicapai melalui kebijakan yang konsisten dan dukungan pemerintah yang kuat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3.100 Kontainer Menumpuk di Priok, Purbaya Ancam Naikkan Denda Importir
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Analis Keuangan: Pemerintah dan OJK Perlu Jelaskan Faktor Pelemahan IHSG
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Proyeksi Harga Emas 2026: Bisa Capai US$ 6.000 per Ounce?
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cita-Cita Siswa Sekolah Rakyat Ingin jadi Menteri Pendidikan
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya Tegaskan Seluruh Transaksi di Pelabuhan Harus Gunakan Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.