Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menjadikan kekalahan dari pasangan peringkat satu dunia Liu Sheng Shu/Tan Ning sebagai pelajaran penting setelah langkah mereka terhenti pada semifinal Polytron Indonesia Open 2026.
Rachel/Febi harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen level BWF World Tour Super 1000 itu setelah kalah dari unggulan pertama asal China tersebut dengan skor 17-21, 16-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu.
“Di sini kami cukup banyak mendapat pelajaran dan pengalaman penting. Terutama tadi saat menghadapi pasangan nomor satu dunia, mereka banyak melakukan tekanan kepada kami dan membuat kami kewalahan,” ujar Febi setelah laga.
Pada gim pertama, Rachel/Febi terlambat panas dan tertinggal 3-7 pada awal laga. Mereka sempat mendekat melalui variasi servis, smes keras Febi, serta permainan deception dan dropshot Rachel, namun Liu/Tan mampu mengontrol permainan dengan memaksa pasangan Indonesia banyak mengangkat bola.
Baca juga: Rachel/Febi ke semifinal setelah singkirkan Ana/Trias
Rachel/Febi sempat membuka peluang untuk memaksakan rubber game ketika tampil lebih agresif pada gim kedua. Mereka memimpin 4-0 dan menjaga keunggulan hingga 7-3 sebelum Liu/Tan perlahan menemukan ritme untuk menekan balik.
Kesalahan sendiri menjadi salah satu titik krusial yang membuat Rachel/Febi kehilangan momentum. Setelah sempat unggul 16-14, pasangan tuan rumah gagal menjaga fokus sehingga Liu/Tan mampu membalikkan keadaan dan menutup laga dalam dua gim langsung.
“Saat unggul 16-14 kami salah pengertian dan membiarkan bola terjatuh di lapangan sendiri. Sejak itu kami kehilangan fokus dan itu langsung dievaluasi oleh pelatih usai bertanding,” kata Rachel.
Baca juga: Rachel/Febi evaluasi keberanian hadapi pemain elite di BAC 2026
Rachel mengatakan keberhasilan menembus semifinal turnamen Super 1000 tetap menjadi pengalaman berharga bagi mereka, meski belum mampu melangkah ke partai puncak.
“Saya pribadi merasa mendapat kesempatan yang bagus bisa sampai semifinal Super 1000 kali ini. Karena bukan hal yang mudah bisa melaju sejauh ini, banyak faktor yang sangat berharga yang kami dapatkan,” kata Rachel.
Sementara itu, Febi menegaskan mereka akan segera mengevaluasi penampilan tersebut agar dapat tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.
“Banyak evaluasi yang harus kami lakukan untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Evaluasi dari pertandingan hari ini, ketika membuat kesalahan jangan mikir terlalu lama, harus cepat bangkit,” ujar Febi.
Baca juga: Semarak Polytron Indonesia Open 2026 dan kerinduan pada podium juara
Rachel/Febi harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen level BWF World Tour Super 1000 itu setelah kalah dari unggulan pertama asal China tersebut dengan skor 17-21, 16-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu.
“Di sini kami cukup banyak mendapat pelajaran dan pengalaman penting. Terutama tadi saat menghadapi pasangan nomor satu dunia, mereka banyak melakukan tekanan kepada kami dan membuat kami kewalahan,” ujar Febi setelah laga.
Pada gim pertama, Rachel/Febi terlambat panas dan tertinggal 3-7 pada awal laga. Mereka sempat mendekat melalui variasi servis, smes keras Febi, serta permainan deception dan dropshot Rachel, namun Liu/Tan mampu mengontrol permainan dengan memaksa pasangan Indonesia banyak mengangkat bola.
Baca juga: Rachel/Febi ke semifinal setelah singkirkan Ana/Trias
Rachel/Febi sempat membuka peluang untuk memaksakan rubber game ketika tampil lebih agresif pada gim kedua. Mereka memimpin 4-0 dan menjaga keunggulan hingga 7-3 sebelum Liu/Tan perlahan menemukan ritme untuk menekan balik.
Kesalahan sendiri menjadi salah satu titik krusial yang membuat Rachel/Febi kehilangan momentum. Setelah sempat unggul 16-14, pasangan tuan rumah gagal menjaga fokus sehingga Liu/Tan mampu membalikkan keadaan dan menutup laga dalam dua gim langsung.
“Saat unggul 16-14 kami salah pengertian dan membiarkan bola terjatuh di lapangan sendiri. Sejak itu kami kehilangan fokus dan itu langsung dievaluasi oleh pelatih usai bertanding,” kata Rachel.
Baca juga: Rachel/Febi evaluasi keberanian hadapi pemain elite di BAC 2026
Rachel mengatakan keberhasilan menembus semifinal turnamen Super 1000 tetap menjadi pengalaman berharga bagi mereka, meski belum mampu melangkah ke partai puncak.
“Saya pribadi merasa mendapat kesempatan yang bagus bisa sampai semifinal Super 1000 kali ini. Karena bukan hal yang mudah bisa melaju sejauh ini, banyak faktor yang sangat berharga yang kami dapatkan,” kata Rachel.
Sementara itu, Febi menegaskan mereka akan segera mengevaluasi penampilan tersebut agar dapat tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.
“Banyak evaluasi yang harus kami lakukan untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Evaluasi dari pertandingan hari ini, ketika membuat kesalahan jangan mikir terlalu lama, harus cepat bangkit,” ujar Febi.
Baca juga: Semarak Polytron Indonesia Open 2026 dan kerinduan pada podium juara





