jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan tunjangan profesi guru (TPG) Rp2 juta disalurkan langsung setiap bulan.
Kebijakan itu menjadi wujud keberpihakan pemerintah kepada guru, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta
BACA JUGA: Kemendikdasmen Gelar Olimpiade Sains Nasional 2026, Suharti: Jadi Juara dengan Jujur
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq memberikan apresiasi kepada kinerja guru dan seluruh warga Sekolah Maitreyawira yang telah berkontribusi dalam memajukan pendidikan, khususnya di Kota Dumai.
Menurutnya, perkembangan pendidikan di Kota Dumai tidak lepas dari peran guru yang terus bekerja keras menghadirkan pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan.
BACA JUGA: Kemendikdasmen Kaji Penguatan Pengajaran Bahasa Asing Bagi Peserta Didik
Bukan hanya sekolah negeri, peran sekolah dan guru di lembaga pendidikan swasta juga menjadi bagian dari partisipasi semesta untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
"Kemendikdasmen memastikan penyaluran TPG sebesar Rp2 juta per bulan diberikan langsung setiap bulan kepada para penerima manfaat. Kebijakan ini menjadi wujud keberpihakan pemerintah kepada guru, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta,” tutur Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq saat berkunjung ke Sekolah Maitreyawira, Dumai, Jumat (5/6).
BACA JUGA: Kemendikdasmen Gelontorkan Rp20,1 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Sorong
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru, Kemendikdasmen terus melakukan penyaluran TPG kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Sampai dengan Mei 2026, Kemendikdasmen telah menyalurkan TPG kepada 10.230 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Kota Dumai, Provinsi Riau, dengan total anggaran lebih dari Rp37,5 miliar.
TPG dinilai tidak hanya memberikan dukungan secara finansial, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan profesionalisme dan membangun mutu pembelajaran berkualitas di sekolah.
Cerita tersebut salah satunya diungkapkan oleh guru SD Maitreyawira, Dumai, Dini Retnoasri.
Sebagai seorang pengajar dan wali murid kelas 6, Dini sangat termotivasi untuk membuat suasana pengajaran terasa bermakna dan menyenangkan.
Sejak menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG), Dini mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran yang mengedepankan aspek kebersamaan dan cinta kasih.
Bahkan, dengan bantuan TPG Dini melakukan inisiatif dengan memberikan penghargaan kepada murid yang berprestasi.
"Selain sisi finansial yang membaik, TPG mendorong kami untuk membuat murid senang untuk belajar. Saya pribadi menyisihkan sebagian bantuan TPG ini dengan memberikan alat tulis kepada murid yang bisa menjawab pertanyaan di kelas. Mereka sangat senang dan akhirnya menambah semangat untuk belajar dan bersekolah," ujar Dini.
Selanjutnya, dampak TPG lainnya juga diutarakan oleh Dewi Fatma Nasution, guru kelas 4 SD Maitreyawira.
Selain berdampak pada proses pembelajaran, Dewi menilai TPG sangat memberikan motivasi tersendiri bagi guru dan murid.
Dewi mengenang bagaimana murid sekolah ikut memberikan dukungan saat dirinya menjalani proses PPG, termasuk ketika membuat video tugas pembelajaran.
Setelah selesai menempuh PPG dan menerima TPG, dia menepati janjinya kepada murid dengan mengajak mereka menikmati es krim bersama sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan.
"Anak-anak ikut senang dan merasa menjadi bagian dari perjuangan. Momen itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai guru. Semoga TPG terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak guru di seluruh Indonesia yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan," tutur Dewi.
Terakhir, dampak TPG juga dirasakan oleh Intan Safura, guru kelas 3 di SD Maitreyawira.
Berbekal ketertarikannya di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), Intan kerap menggunakan beragam fitur pembelajaran interaktif seperti kuis, teka-teki silang, permainan memori, hingga aktivitas benar atau salah pada media digital.
Menurutnya, media digital terbukti membawa suasana pembelajaran menjadi menyenangkan di kelas.
Murid menjadi lebih antusias, aktif berpartisipasi, dan lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Di sisi lain, bantuan TPG yang diperolehnya sejak awal tahun 2026 telah memberikan motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Selain berdampak pada sektor finansial, TPG membangun motovasi Intan untuk terus mengembangkan diri, mengikuti berbagai pelatihan dan seminar. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendikdasmen Rilis Hasil TKA SD SMP, Hasilnya Cukup Menggembirakan
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




