Polda Riau dan polres jajaran mewujudkan akses konektivitas antardesa hingga ke pelosok dengan merampungkan pembangunan Jembatan Merah Putih. Di tahap II ini, Polda Riau telah menyelesaikan pembangunan 67 jembatan di berbagai wilayah kota/kabupaten di Provinsi Riau.
Dansat Brimob Polda Riau selaku Kasatgas Darurat Jembatan, Kombes I Ketut Gede Ade Wibawa, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk mengimplementasikan commander wish Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada Hari Guru Nasional 2025.
"Hingga awal Juni 2026, sebanyak 67 jembatan sudah selesai dibangun baru dan direnovasi, sebagian sudah fungsional," kata Kombes Ketut dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Kombes Ketut menabahkan, langkah taktis ini diambil guna menjamin keselamatan warga, meningkatkan angka kehadiran anak-anak ke sekolah, serta mendorong terciptanya social inclusion (inklusi sosial) bagi masyarakat pedesaan yang selama ini terisolasi akibat terkendala infrastruktur.
"Misi utama dari Satgas ini adalah guna menjamin keselamatan warga, meningkatkan kehadiran anak-anak ke sekolah, serta mendorong terciptanya social inclusion (inklusi sosial) bagi masyarakat yang selama ini terisolasi akibat infrastruktur yang rusak," imbuhnya.
Proses pengerjaan rata-rata memakan waktu 12 hingga 21 hari dengan durasi kerja intensif 7 sampai 8 jam per hari. Meski sempat menghadapi kendala cuaca hujan di beberapa titik, seluruh target fisik berhasil tercapai penuh.
Untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan optimal, sebanyak 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau diterjunkan langsung bergotong-royong di lapangan setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Jembatan-jembatan yang dibangun memiliki dimensi yang bervariasi menyesuaikan kebutuhan geografis setempat, mulai dari jembatan pendek sepanjang 4 meter hingga jembatan bentang panjang mencapai 168 meter seperti Jembatan Panglima Hitam di Kabupaten Indragiri Hilir.
Kombes I Ketut Gede Ade Wibawa menambahkan bahwa seluruh jembatan di 67 titik tersebut kini telah mencapai progres pembangunan 100 persen dan sudah masuk dalam tahap penyelesaian akhir serta pengecatan dinding loneng maupun pagar jembatan. Dengan selesainya tahap II ini, mobilitas harian para pelajar, kelompok tani, jemaah rumah ibadah, hingga masyarakat umum di berbagai wilayah pelosok Riau kini dipastikan menjadi jauh lebih aman, lancar, dan mandiri tanpa perlu lagi bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai.
Adapun, dari 67 jembatan yang telah rampung ini, di antaranya 2 jembatan di Kabupaten Siak, 4 jembatan di Kota Dumai, 5 jembatan di Rokan Hilir (Rohil), 7 jembatan di Indragiri Hulu (Inhu), 6 jembatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, 7 jembatan di Indragiri Hilir (Inhil), 6 jembatan di Rokan Hulu (Rohul), 3 jembatan di Pekanbaru, 7 jembatan di Kabupaten Kampar, 3 jembatan di Kabupaten Bengkalis, 5 jembatan di Kabupaten Pelalawan, dan 5 jembatan di Kabupaten Kuansing.
(mea/jbr)





