Rupiah Anjlok hingga Rp18 Ribu per Dolar AS, Bimbim Slank: Ya Kita Menjerit Lah

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini berada di titik terendah sepanjang sejarah, menembus angka di atas Rp 18 ribu.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di berbagai kalangan, termasuk musisi Bimbim Slank yang mengaku mulai merasakan dampaknya dalam aktivitas bermusik hingga kebutuhan rumah tangga.

Bimbim mengatakan pelemahan rupiah membuat harga berbagai perlengkapan musik impor melonjak tajam. Padahal, sebagian besar kebutuhan band masih bergantung pada produk dari luar negeri.

"Pasti semua kena dampak, termasuk alat musik. Senar, stick drum, dan kebutuhan lainnya yang impor semua naik harganya. Jadi ya, kita menjerit lah dolar naik," ungkap  Bimbim Slank di markas Slank, Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (5/6).

Tak hanya memengaruhi pekerjaannya sebagai musisi, pemilik nama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi itu juga merasakan dampak kenaikan harga barang impor yang dikonsumsi keluarganya sehari-hari.

"Anak-anak kan suka belanja bahan-bahan impor, begitu lihat harganya, ya terasa sekali kalau rupiah sedang tidak ada harganya," terang Bimbim Slank.

Meski situasi ekonomi tengah menekan banyak pihak, Bimbim memastikan Slank tidak akan menaikkan tarif manggung. Ia memilih tetap mempertimbangkan kondisi promotor dan penyelenggara acara yang juga menghadapi tantangan serupa.

"Nggak mungkin menaikkan honor. Kasihan pihak yang ingin mengundang Slank," kata Bimbim.

Slank rilis album Republik Fufufafa, Jumat (5/6)

Di tengah munculnya berbagai spekulasi yang mengaitkan pelemahan ekonomi dengan potensi gejolak sosial seperti yang pernah terjadi pada 1998, Bimbim memiliki pandangan tersendiri.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan mudah terulang selama masyarakat masih memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi.

"Selama seni, budaya, lagu, dan kebebasan berekspresi tidak dibungkam, saya rasa itu masih bisa menjadi katup penyeimbang untuk menenangkan masyarakat," tegas Bimbim.

Bimbim menilai kebebasan berkarya dan menyampaikan kritik merupakan salah satu cara untuk meredam keresahan publik. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang demokrasi agar masyarakat tidak merasa kehilangan saluran untuk menyuarakan pendapat.

"Kalau dulu kami sampai menarik bendera setengah tiang karena merasa dibungkam. Tapi kalau sekarang, selama kami masih bisa mengkritik lewat karya dan tidak harus teriak-teriak di jalan, situasi masih terjaga. Tapi kalau dilarang dan dibungkam, mungkin bisa meledak," pungkas Bimbim Slank.

Bimbim berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat nilai rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
United Tractors Buka Loker UT Trainee 2026 Batch 3, Cek Cara Daftarnya!
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istana Tanggapi Usulan Menteri HAM agar Sipil Duduki Jabatan di Polri
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Nasyiatul Aisyiyah Sulsel Dorong Kepemimpinan Perempuan Berdampak Lewat Kemitraan Global Bersama Konjen Australia
• 14 jam laluharianfajar
thumb
3 Doa Minum Air Zamzam: Bacaan Arab Beserta Artinya
• 12 jam laludetik.com
thumb
Perempuan WNI Tewas Dibunuh Sesama WNI di Hokkaido, Jepang
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.