Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran, Iran, untuk menjalani putaran baru perundingan atas nama Amerika Serikat. Ia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Dilansir CNN, Naqvi tiba pada Sabtu (6/6) dan dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama kunjungan tersebut, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Tasnim.
Secara terpisah, kantor berita semiresmi Iranian Students' News Agency (ISNA) melaporkan bahwa Naqvi membawa surat dari Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang tetap menjaga profil publik rendah sejak mulai menjabat pada Maret.
Putaran pembicaraan terbaru ini berlangsung ketika Pakistan berupaya memosisikan diri sebagai mediator regional setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebelumnya, seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan bahwa dilanjutkannya kembali perang melawan Amerika Serikat (AS) tidak dapat dihindari, saat negosiasi antara Teheran dan Washington tampaknya menemui jalan buntu.
"Amerika Serikat menuntut penyerahan diri total dari kita, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah," kata wakil kepala komando militer pusat Iran, Khatam al-Anbiya, Mohammed Jafar Assadi, dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (2/6/2026).
"Tanpa penyerahan diri, perang tidak bisa dihindari," tegasnya.
Perang yang berkecamuk antara Iran melawan AS dan Israel sejak akhir Februari lalu terhenti sementara sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal April, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump.
Gencatan senjata itu diwarnai aksi saling serang dalam beberapa waktu terakhir, namun negosiasi terus berlangsung dengan dimediasi oleh Pakistan dan Qatar. Negosiasi berlangsung alot dengan Iran dan AS tetap bersikeras pada tuntutan masing-masing.
Perkembangan terbaru, berdasarkan laporan media-media Barat seperti New York Times (NYT) dan Axios, menyebutkan bahwa Trump telah mengirimkan versi revisi dari kerangka kerja perdamaian yang diusulkan, yang berisi persyaratan yang "lebih keras", untuk dipertimbangkan oleh Iran.
Detail mengenai perubahan yang dilakukan Trump pada draf kesepakatan yang diusulkan itu tidak diketahui secara jelas. Namun, setiap perubahan pada draf yang diusulkan dapat semakin menunda kesepakatan untuk secara resmi mengakhiri perang.
(aik/aik)





