HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jonatan Christie siap mengakhiri puasa gelar tunggal putra Indonesia selama 14 tahun. Di final Jonatan akan menghadapi Victor Lai dari Kanada pada Indonesia Open 2026. Laga ini dihelat di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Victor Lai berhasil menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Chou Tien Chen, pemain unggulan keenam asal Taiwan yang juga mantan juara turnamen ini pada 2019. Pertarungan ketat yang berlangsung tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, 21-19 tersebut menunjukkan kualitas dan ketangguhan pemain muda asal Kanada ini.
“Kemenangan dia atas Chou Tien Chen sangat ketat dan itu yang perlu saya antisipasi,” jelas Jonatan Christie saat ditemui di lokasi turnamen.
Keberhasilan Victor melaju ke final Super 1000 perdananya bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah sinyal kuat bahwa generasi muda semakin mendominasi persaingan dunia bulu tangkis.
Jonatan menilai pemain muda seperti Victor Lai, Alwi Farhan, dan Panitchaphon Teeraratsakul memiliki skill, ketahanan, dan daya juang yang tinggi. Namun, menurutnya, faktor pengalaman masih menjadi pembeda utama dalam pertandingan di level tertinggi.
“Menurut saya, faktor paling penting adalah pengalaman. Mereka punya speed, power, semangat, dan keinginan yang sangat besar. Tetapi yang mereka belum punya adalah pengalaman karena baru beberapa tahun berada di top level,” kata Jonatan.
Meski diunggulkan dari segi jam terbang, Jonatan tidak memandang sebelah mata kemampuan lawan yang terus berkembang dan sering berlaga di turnamen mayor.
Untuk menghadapi lawan yang penuh semangat dan kecepatan tinggi, Jonatan akan berdiskusi dengan tim pelatih dan melakukan evaluasi melalui rekaman video pertandingan Victor Lai. Hal ini bertujuan merancang strategi paling efektif untuk meredam kekuatan sang penantang.
“Saya akan coba berdiskusi dengan tim, melihat video lagi, dan mencari strategi yang tepat untuk melawan dia,” beber Jonatan.
Selain persiapan teknis, dukungan ribuan penonton di Istora diyakini menjadi motivasi tambahan bagi Jonatan untuk mengakhiri puasa gelar sektor tunggal putra Indonesia yang sudah cukup lama berlangsung.
“Saya lebih mau menikmati pertandingan. Pasti ada ekspektasi dan harapan dari masyarakat pencinta bulu tangkis. Harapannya tentu bisa meraih gelar juara,” pungkasnya.
Jonatan juga menegaskan bahwa Indonesia Open merupakan salah satu target utamanya dan dia ingin memanfaatkan momen tersebut sebaik mungkin.
Jika Jonatan menang dalam laga final, berarti akan mengakhiri puasa gelar di sektor tunggal putra selama 14 tahun. Terakhir kali tunggal putra Merah Putih juara di Indonesia Open diraih Simon Santoso pada 2012.





