Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengawal ketat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Langkah intensif ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas pendidikan tersebut sudah rampung dan siap digunakan secara optimal pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
“Kami hampir setiap hari berkolaborasi dengan Danantara. Jika ada kesulitan finansial atau kendala lainnya di lapangan, kami bantu carikan solusinya agar pekerjaan tidak tersendat. Saat ini para penyedia jasa semakin optimistis dan bekerja lebih cepat untuk mengejar target penyelesaian,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 7 Juni 2026.
Baca Juga :
Pembangunan Sekolah Rakyat di 93 Lokasi Capai 70 Persen, Ditargetkan Rampung 20 JuniDody mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu menjadi tantangan utama dalam proyek ini. Namun, koordinasi lintas sektor yang melibatkan penyedia jasa konstruksi, manajemen konstruksi, pemerintah daerah, hingga penguatan aspek pendanaan terus dilakukan demi memangkas durasi pekerjaan tanpa mengurangi mutu bangunan.
“Kita memang bekerja dalam waktu yang sangat pendek. Idealnya mungkin sembilan bulan, tetapi kondisi yang ada mengharuskan kita bergerak lebih cepat. Karena itu pengendalian dilakukan setiap hari untuk memastikan progres tetap berjalan sesuai target,” tutur Dody.
Berdasarkan data terbaru dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU per 4 Juni 2026, rata-rata progres fisik dari 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II kini telah menyentuh angka 71,13 persen dengan tren peningkatan yang konsisten. Dari total proyek berjalan tersebut, sebanyak 12 lokasi sukses menembus progres di atas 80 persen dan resmi masuk dalam kategori zona hijau percepatan.
Adapun lima lokasi yang mencatatkan progres fisik tertinggi dipimpin oleh Sekolah Rakyat di Kota Semarang dengan capaian 86,58 persen, disusul Kabupaten Sragen sebesar 86,09 persen di Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, Kota Bengkulu mencatatkan 85,77 persen, Kota Medan di Sumatera Utara sebesar 85,69 persen, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan mencapai 84,83 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
Di kelima wilayah dengan progres tertinggi tersebut, wujud bangunan fisik seperti gedung pendidikan, asrama, dan fasilitas penunjang lainnya dilaporkan sudah mulai terlihat utuh. Guna mengejar target batas akhir penyelesaian pada 20 Juni 2026, seluruh aktivitas konstruksi di lapangan kini terus dikebut hampir tanpa jeda.
Demi menjaga momentum dan ritme percepatan ini, Kementerian PU juga melakukan optimalisasi serapan tenaga kerja yang hingga awal Juni 2026 telah mempekerjakan sekitar 78.113 orang. Tidak hanya itu, pada sejumlah titik lokasi yang membutuhkan akselerasi tambahan, pemerintah turut melakukan penguatan personel dengan melibatkan dukungan tenaga dari unsur TNI.




