Israel Tembak Mati Bayi Palestina Usia 7 Bulan, Ini Kronologinya

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: (AFP via Getty Images/AHMAD GHARABLI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah insiden penembakan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel memicu kecaman internasional setelah seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan tewas akibat tembakan tentara Israel saat berada di dalam mobil bersama keluarganya. Peristiwa itu terjadi meski keluarga tersebut disebut telah mematuhi perintah tentara untuk menghentikan kendaraan.

Bayi bernama Sam Fahd Abu Haikal itu mengalami luka kritis setelah tentara Israel melepaskan tembakan ke arah mobil yang ditumpanginya di kawasan Tel Rumeida, Hebron, pada Jumat (5/6/2026). Sam kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong.

Militer Israel mengakui pasukannya menembaki kendaraan tersebut karena mengira mobil bergerak menuju arah mereka. Namun hasil penyelidikan awal militer menemukan bahwa korban yang terkena tembakan merupakan warga sipil yang tidak terlibat dalam aktivitas apapun.


Baca: Trump Tiba-Tiba Incar Harta Iran, Negosiasi Damai Terancam Buyar

Dalam wawancara dengan surat kabar Israel Haaretz, ayah korban, Fahd Abu Haikal, menceritakan detik-detik kejadian yang merenggut nyawa putranya. Ia mengatakan sebuah peluru menembus tangannya sebelum mengenai Sam yang saat itu berada dalam gendongan ibunya di kursi belakang.

Menurut Abu Haikal, keluarganya yang terdiri dari dirinya, sang istri, anak mereka yang berusia 11 tahun, ibunya, dan Sam, sedang melintas di Hebron pada Jumat sore ketika tentara Israel memberi isyarat agar mobil berhenti.

Ia menegaskan kondisi saat itu masih terang dan tentara yang menembak dapat melihat dengan jelas siapa saja yang berada di dalam kendaraan.

"Tentara itu memberi isyarat agar saya berhenti. Saya menghentikan mobil sepenuhnya dan mengangkat tangan saya dari kemudi. Segera setelah itu, mereka melepaskan tembakan ke arah kendaraan," ujarnya kepada Haaretz.

Baca: Panas! AS Rudal Pulau Radar Iran-Trump Ungkap 'Sisa Kekuatan' Teheran

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyampaikan versi berbeda mengenai insiden tersebut. Menurut pernyataan IDF, pasukan di lokasi "mengira sebuah kendaraan sedang melaju ke arah mereka" sehingga salah satu tentara melepaskan tembakan tunggal ke arah mobil tersebut.

"Sebagai akibatnya, tiga warga Palestina terluka dan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis," kata IDF, dilansir The Guardian.

Militer Israel menambahkan bahwa "insiden tersebut sedang ditinjau" dan menyampaikan "duka yang mendalam atas setiap kerugian yang dialami individu yang tidak terlibat".

Namun Abu Haikal membantah keras penjelasan tersebut. "Tentara itu berjarak sekitar 10 meter dari saya. Dia melihat saya, dia melihat istri dan anak-anak saya," katanya.

"Jendela-jendela itu tidak berwarna gelap, saat itu siang bolong dan semuanya terlihat jelas. Anda tidak bisa mengatakan dia tidak melihat bahwa itu adalah sebuah keluarga."

Menurutnya, tidak ada alasan bagi tentara untuk mengira mobil tersebut mengancam.

"Saya berhenti seperti yang diperintahkan, lalu mereka langsung menembak mobil itu," ujarnya. "Tidak ada pos pemeriksaan yang jelas, hanya tentara yang berdiri di jalan. Saya berhenti ketika diminta, dan kemudian penembakan dimulai."

Saat pemakaman putranya pada Sabtu, Abu Haikal kembali menyampaikan kesaksiannya mengenai insiden tersebut. Menurut dia, setelah melepaskan tembakan, tentara yang bersangkutan langsung meninggalkan lokasi.

Ia menegaskan kendaraan mereka sama sekali tidak bergerak ketika ditembak.

Abu Haikal juga menuntut penyelidikan menyeluruh dan meminta tentara yang menembak keluarganya dimintai pertanggungjawaban.

Baca: Trump Siap Temui Pemimpin Tertinggi Iran Demi Akhiri Perang

Kepada The Associated Press, Abu Haikal mengatakan kondisi istrinya masih kritis akibat serpihan peluru yang berada dekat jantungnya. Menurut keluarga, sang ibu baru diberitahu mengenai kematian putranya sesaat sebelum mereka menuju salat jenazah.

Jenazah Sam dibungkus dengan bendera Palestina. Sang ayah menggendong tubuh putranya selama prosesi pemakaman. Para pelayat kemudian meletakkan jenazah bayi tersebut di depan mereka sebelum menunaikan salat.

Konsulat Inggris di Yerusalem menyatakan terkejut dan berduka atas kematian bayi tersebut.

Dalam unggahan di media sosial X, konsulat menyatakan pihaknya menyerukan adanya "Investigasi dan pertanggungjawaban yang segera dan transparan".

Kasus kematian Sam mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi pada 15 Maret di Tamoun, wilayah Lembah Yordan bagian utara. Saat itu tentara Israel menembaki sebuah kendaraan yang melintas di desa tersebut dan menewaskan satu keluarga Palestina.

Korban diidentifikasi sebagai Ali Bani Odeh (38 tahun), istrinya Waad Bani Odeh (36 tahun), serta dua putra mereka, Othman (6 tahun) dan Mohammad (5 tahun).

Menurut kelompok hak asasi manusia Israel, B'Tselem, tentara kemudian mengeluarkan dua anak lain dari kendaraan tersebut, yakni Khaled (11 tahun) dan Mustafa (8 tahun), yang mengalami luka ringan akibat serpihan peluru.

B'Tselem juga menyebut Khaled mengalami interogasi keras di lokasi kejadian. Kelompok itu menambahkan bahwa militer Israel sempat menghalangi ambulans mencapai lokasi dan baru mengizinkan tim medis masuk setelah terjadi penundaan.

Menurut organisasi tersebut, kendaraan keluarga itu kemudian disita meski dipenuhi lubang bekas tembakan.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak perang dimulai.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 240 orang merupakan anak-anak. PBB juga mencatat 49 orang telah terbunuh di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.

Sementara itu, kelompok hak asasi Israel, Yesh Din, menyatakan tentara Israel yang dituduh melakukan pelanggaran terhadap warga Palestina jarang dijatuhi hukuman.

Berdasarkan data Yesh Din, dari 2.427 pengaduan dugaan pelanggaran yang diajukan antara 2016 hingga 2024, kurang dari 1% yang berujung pada dakwaan.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Penembakan di Gedung Putih, Pelaku Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Edisi Khusus SE2026
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya Respons Keluhan Pedagang Tahu-Tempe yang Terdampak Pelemahan Rupiah
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Martian Ajak Penggemar Merayakan Patah Hati Lewat Showcase Amin
• 22 jam laluintipseleb.com
thumb
Tarif Percepat Urus Izin Tinggal di Kasus Silmy Karim Rp 1,5 Juta Per WNA
• 7 jam laludetik.com
thumb
Gubernur Sulawesi Selatan Buka Celebes Scooter Party XIX 2026, Ajak Wisatawan Eksplorasi Keindahan Selayar
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.