Sebuah mobil pemadam kebakaran tertimpa reruntuhan bangunan saat proses pembongkaran sebuah gedung di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (6/6).
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, area kejadian langsung diamankan petugas. Akses menuju titik kejadian juga ditutup untuk proses sterilisasi.
Menurut keterangan warga sekitar, mobil Damkar saat itu sedang beroperasi menyemprotkan air untuk mengurangi debu pembongkaran gedung dan membantu proses pengerjaan alat berat. Namun, sebagian reruntuhan bangunan diduga ambruk dan menimpa kendaraan tersebut.
"Iya kan nyemprotnya tujuannya biar enggak beledug, debu enggak ke mana-mana tujuannya. Itu juga kerja sama mas," ujar Sukidi (41), warga sekitar yang berdagang di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi Petugas StabilDinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang tertimpa reruntuhan bangunan dalam kondisi stabil dan telah mendapat penanganan medis.
Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menjelaskan kejadian terjadi saat kegiatan pembongkaran berlangsung pada bangunan lama yang sudah tidak digunakan di Jalan Mandala V, Kelurahan Cililitan.
“Pada saat proses pembongkaran berlangsung, salah satu tiang kolom bangunan lama roboh dan mengenai kendaraan operasional Damkar yang berada di sekitar area kegiatan,” ujar Yogi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6).
Yogi menjelaskan, di dalam kendaraan tersebut terdapat dua petugas Damkar. Salah satu di antaranya terdampak dan segera dievakuasi ke RS Polri untuk mendapat penanganan medis.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, termasuk CT Scan, kondisi petugas saat ini stabil. Sesuai prosedur medis, yang bersangkutan masih menjalani observasi selama 24 jam untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik,” lanjut Yogi.
Yogi menuturkan, kehadiran Damkar di lokasi merupakan bagian dari koordinasi yang dilakukan DLH. Mengingat lokasi berada di kawasan permukiman padat penduduk, DLH berkoordinasi dengan Satgas Damkar Kelurahan Cililitan untuk membantu proses penyiraman guna meminimalkan debu selama pekerjaan berlangsung.
“Keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan baik dan kondisi petugas dapat segera pulih,” tutupnya.
Cerita WargaWarga di sekitar lokasi pembongkaran gedung menceritakan detik-detik insiden tersebut.
Sukidi (41), pedagang yang berada di dekat lokasi kejadian, mengaku mendengar suara keras sebelum bangunan roboh.
“Keras, suara keras. Bruk!,” kata Sukidi saat ditemui kumparan di lokasi.
Menurut dia, suasana langsung panik setelah reruntuhan bangunan jatuh ke arah mobil Damkar yang sedang berada di area pembongkaran.
Ia mengatakan kepulan debu sempat menutupi area sekitar hingga jarak pandang warga terganggu.
“Debunya banyak banget, jadi gelap,” kata dia.
Warga lain juga merasakan gempa ketika insiden tersebut.
"Iya tadi, ya gempa," kata Rapi (67), warga sekitar TKP kepada kumparan.
Gulkarmat EvaluasiKepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menegaskan kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi guna memperkuat penerapan keselamatan kerja, termasuk dalam kegiatan kolaboratif lintas perangkat daerah.
“Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi guna memperkuat penerapan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas, baik pada operasi penanggulangan kebakaran, penyelamatan, maupun kegiatan kolaboratif lintas perangkat daerah. Dinas Gulkarmat berkomitmen untuk terus memastikan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan aman, profesional, dan terlindungi,” ujar Bayu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6).
Bayu menjelaskan, petugas dikirim ke lokasi sesuai instruksi Kepala Sektor Kramat Jati untuk membantu proses penyiraman. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan debu selama pembongkaran gedung lama DLH.
“Sesuai dengan instruksi dari Kepala Sektor Kramat Jati, unit beserta personel Pos PGC diluncurkan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup guna berkolaborasi dalam kegiatan kerja bakti antar-dinas,” ujar Bayu.
Bayu menjelaskan, peristiwa itu dilaporkan pada pukul 13.11 WIB. Seorang petugas yang menjadi korban berada dalam mobil.
“Pada pukul 13.11 WIB, SCC menerima laporan darurat dari Kepala Sektor Kramat Jati mengenai jatuhnya sebuah balok beton yang langsung menimpa bagian kabin depan unit pemadam kebakaran Pos PGC. Pada saat kejadian, Kepala Regu Pos PGC, berinisial Sdr. I.S., sedang berada di dalam kabin kemudi dengan tujuan memindahkan posisi kendaraan,” jelas Bayu.
Petugas langsung dievakuasi dari lokasi kejadian dan dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapat penanganan medis secara intensif. Bayu memastikan kondisi IS kini sudah membaik.
“Berdasarkan pemantauan terkini di rumah sakit, kami menginformasikan bahwa kondisi Sdr. I.S. saat ini sudah sadar penuh dan stabil. Sebagai prosedur standar penanganan medis dan langkah antisipasi, tim dokter RS Polri tengah melakukan observasi lebih lanjut, termasuk tindakan CT scan di area kepala,” kata Bayu.
Bayu juga memastikan situasi di lokasi kejadian kini sudah terkendali.
“Kami memastikan bahwa situasi saat ini telah aman terkendali dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” lanjutnya.
Terkait penanganan kendaraan yang terdampak, Bayu mengatakan tim langsung bergerak ke lokasi.
“Terkait penanganan unit terdampak, SCC Sudin Gulkarmat Jakarta Timur telah berkoordinasi dengan Perwira Piket untuk melakukan penanganan lanjutan. Tim Storing (evakuasi kendaraan) segera diterjunkan ke lokasi guna mensterilkan area kejadian serta mengevakuasi unit pemadam kebakaran yang terdampak ke Kantor Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Bayu.
“Berdasarkan hasil asesmen awal, lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan tidak terdapat potensi bahaya susulan,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan kejadian ini. Bayu juga memohon doa masyarakat untuk kesembuhan dan pemulihan petugas.
“Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan kejadian ini serta memohon doa dari masyarakat untuk kesembuhan dan pemulihan petugas,” tutupnya.





