Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) mengatakan pemerintah membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan sejumlah koridor perkeretaapian strategis di Indonesia.
Peluang kerja sama itu disampaikan AHY saat bertemu Andrey Nikitin Menteri Transportasi Federasi Rusia di Moskow, Rusia dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor transportasi dan konektivitas.
“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/6/2026) yang dikutip Antara.
Menurut AHY, Indonesia masih membutuhkan pengembangan jaringan perkeretaapian yang signifikan guna memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Karena itu, pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan Rusia untuk terlibat dalam pengembangan sejumlah proyek strategis, termasuk jalur kereta Trans-Sumatera, Trans-Sulawesi, dan Trans-Kalimantan.
Selain pembangunan jaringan kereta api, peluang kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi dan manufaktur sarana-prasarana perkeretaapian, rekayasa kereta berkecepatan tinggi dan angkutan berat (heavy-haul rail), peningkatan standar keselamatan dan operasional, pengembangan sistem perkeretaapian rendah karbon, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia dan riset.
AHY juga menyoroti pentingnya pengembangan transportasi perkotaan yang modern dan ramah lingkungan. Menurutnya, pengalaman Rusia mengelola transportasi publik, khususnya Metro Moskow, bisa jadi referensi berharga pengembangan MRT, LRT, dan kereta komuter di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa bagi Indonesia, transportasi bukan sekadar sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting yang menghubungkan wilayah, memperkuat persatuan, serta membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi. (ant/bil/iss)



