AS Serang Radar Iran, Teheran Sebut Langgar Gencatan Senjata

celebesmedia.id
13 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas radar dan pengawasan pesisir di wilayah Sirik, Iran selatan, serta Pulau Qeshm pada Sabtu (6/6).

Pemerintah Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada 8 April lalu.

Teheran juga menyebut tindakan itu sebagai bentuk agresi terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa fasilitas yang menjadi sasaran serangan berfungsi menjaga perbatasan negara dan menjamin keamanan jalur pelayaran internasional yang melintasi kawasan strategis tersebut.

"Iran memandang serangan ini sebagai bagian dari tindakan bermusuhan dan provokatif yang terus dilakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran," demikian isi pernyataan tersebut.

Teheran menilai aksi militer Washington menunjukkan pengabaian terhadap prinsip-prinsip hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Iran mengklaim angkatan bersenjatanya telah merespons serangan tersebut dalam kerangka hak membela diri yang diakui hukum internasional. Menurut pemerintah Iran, langkah tersebut berhasil menggagalkan tujuan yang ingin dicapai melalui serangan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang sama, Teheran menyoroti pelanggaran gencatan senjata yang disebut terjadi berulang kali. Iran menilai kondisi itu mencerminkan kurangnya komitmen Washington untuk meredakan ketegangan dan mendukung stabilitas kawasan.

"Iran akan menggunakan seluruh cara yang tersedia untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya," tegas Kementerian Luar Negeri Iran sembari merujuk pada hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB.

Pemerintah Iran juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang timbul akibat tindakannya, termasuk potensi eskalasi konflik di kawasan.

Selain itu, Teheran meminta negara-negara di kawasan untuk tetap berpegang pada prinsip hubungan bertetangga yang baik dan tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan untuk merencanakan atau melaksanakan tindakan yang merugikan Iran.

Iran turut mendesak Sekretaris Jenderal PBB, Dewan Keamanan PBB, dan berbagai lembaga internasional agar mengambil langkah terhadap apa yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan tindakan ilegal Amerika Serikat.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lokasi radar pengawasan pesisir di Sirik dan Pulau Qeshm. Operasi itu dilakukan setelah terjadinya serangan yang menargetkan Selat Hormuz serta sejumlah negara di kawasan Teluk.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan rudal yang menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Perkembangan terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, sekaligus memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di kawasan Teluk dan jalur pelayaran internasional yang vital bagi perdagangan global.

Sumber: Anadolu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Seskab Teddy Urus Koordinasi Penambahan Sekolah Rakyat di Bali
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3.053 Formasi, Begini Syarat dan Cara Daftarnya
• 6 jam laludisway.id
thumb
Aksi Bem SI Jateng Beri Tenggat 18 Hari ke Pemerintah untuk Perbaiki | KOMPAS PETANG
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
15 Tahun Kabur dari AS, WNA Buronan Pelecehan Seksual Akhirnya Tertangkap
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi VI DPR Nilai Konsolidasi Anak Usaha BUMN Bisa Tingkatkan Efisiensi
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.