VIVA – Adam Alis menjadi salah satu pemain kunci di balik keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026. Gelandang berusia 32 tahun itu tampil konsisten sepanjang musim dan memberikan kontribusi penting dalam perjalanan Maung Bandung meraih gelar juara.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat Persib menghadapi Persija Jakarta dalam laga sarat gengsi yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada 10 Mei 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Persib berhasil mengalahkan Persija dengan skor 2-1. Adam Alis tampil sebagai pahlawan kemenangan setelah memborong dua gol yang membawa Maung Bandung melakukan comeback.
- I League
Persija sebenarnya sempat unggul lebih dahulu melalui gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20. Namun, Persib mampu bangkit dan membalikkan keadaan berkat penampilan gemilang Adam Alis.
Gol pertamanya lahir pada menit ke-28 setelah memanfaatkan kesalahan yang dilakukan gelandang Persija, Van Basty Sousa. Tidak lama kemudian, Adam kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menyelesaikan umpan matang dari Thom Haye.
Keunggulan 2-1 tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir dan menjadi salah satu kemenangan penting dalam perjalanan Persib menuju tangga juara.
Sebagai pemain kelahiran Jakarta, Adam Alis mengaku memiliki perasaan campur aduk setelah berhasil mencetak dua gol ke gawang Persija. Meski demikian, ia merasa bahagia karena mampu membantu Persib meraih kemenangan penting.
"Senang bisa menyenangkan banyak orang se-Jawa Barat dan enggak nyangka sih bisa cetak gol. Memang kita harus ngejar kemenangan kan kalau pertandingan ini kalah, mungkin beda lagi ceritanya," ungkap Adam Alis dilansir dari kanal YouTube VINDES.
Menurut Adam, persaingan menuju gelar juara musim ini berlangsung sangat ketat sehingga memberikan tekanan besar kepada para pemain Persib.
"Karena liga tahun ini kan tahu sendiri, dari awal sampai akhir ketat. Jujur aja menguras emosi juga, saya tuh bangun tidur, 'wah kepikiran ini harus menang, beban banget gitu, sampai akhir kompetisi itu'," pungkasnya.
Tekanan tersebut bukan tanpa alasan. Saat itu, Persib terus mendapat ancaman dari Borneo FC yang menempel ketat dalam persaingan papan atas klasemen.





