Jayapura: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua mengirimkan 10 sampel DNA dari keluarga korban ledakan bom sisa perang dunia (PD) II di Biak ke Puslabfor Polri. Upaya itu untuk memastikan identitas potongan tubuh yang ditemukan di tempat kejadian perkara.
"Pemeriksaan postmorten menggunakan sampel darah itu dilakukan karena hingga kini belum ditemukan jasad ketiga korban yang dilaporkan hilang sejak insiden meledaknya bom peninggalan perang dunia II di Biak, tanggal 31 Mei lalu," kata Kepala Kepolisian Resor Biak Numfor Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Trestiawan, Minggu, 7 Juni 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
32 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi ledakan Bom Sisa PD II di BiakNamun, dia mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki kawasan itu. Lantaran, proses penyelidikan masih berlangsung.
Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua melakukan sterilisasi di TKP meledaknya bom peninggalan PD II di Biak, Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Papua
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif, Polres Biak Numfor, Brimob, dan unsur terkait lainnya dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian terhadap tiga warga yang masih hilang. Tiga warga yang dilaporkan hilang yakni:
- Yulianus Raubaba, 26 tahun
- Lae Madura, 45 tahun
- Abis Marandof, 27 tahun




