Pramono Tegaskan Pengelolaan Sampah yang Baik Dimulai dari Rumah

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa sistem pengelolaan sampah yang efektif dan ideal di Ibu Kota harus diinisiasi langsung dari skala terkecil, yakni dari rumah tangga serta lingkungan warga masing-masing. Upaya ini dinilai krusial dan harus dilakukan secara konsisten serta berkesinambungan demi menekan volume sampah kota.

"Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing. Apa yang ingin kami lakukan adalah menjadikan pilah sampah sebagai perilaku sehari-hari masyarakat, bukan hanya karena ada Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, tetapi memang menjadi gerakan bersama," ujar Pramono saat menghadiri kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dilansir Antara, Minggu, 7 Juni 2026.
 

Baca Juga :

DKI Jadikan CFD Rasuna Said Pusat Edukasi Pilah Sampah

Pramono menggarisbawahi bahwa aktivitas memilah sampah dari sumbernya harus bertransformasi menjadi sebuah kebiasaan atau gaya hidup baru di tengah masyarakat. Pola pikir ini diharapkan lahir dari kesadaran kolektif, bukan sekadar bentuk kepatuhan formalitas terhadap regulasi atau aturan hukum yang diterbitkan pemerintah.

Sebagai bentuk dukungan nyata pada pelaksanaan HBKB di koridor baru Rasuna Said, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiagakan sejumlah fasilitas kebersihan penunjang. Fasilitas tersebut meliputi penyediaan 30 unit tempat sampah terpilah, dua unit truk khusus sampah anorganik, sarana penimbangan sampah, serta pengerahan petugas kebersihan yang bersiaga di sepanjang area kegiatan.

Di lokasi yang sama, Duta Pilah Sampah DKI Jakarta Cinta Laura turut menyerukan ajakan serupa. Ia menggandeng masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Cinta, perubahan perilaku mendasar harus berakar dari kesadaran personal bahwa setiap individu memikul tanggung jawab yang sama terhadap persoalan sampah di Jakarta.

"Sebagai generasi muda, kita sering mengeluh tentang jalanan yang kotor, polusi udara, atau persoalan sampah. Namun, yang seharusnya kita lakukan bukan menyalahkan, melainkan mengubah kebiasaan, dan menyadari bahwa kita juga bagian dari masalah yang harus ikut memberikan solusi," tutur Cinta.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok. Antara.

Aktris sekaligus aktivis lingkungan itu mengingatkan bahwa penanganan sampah tidak serta-merta selesai hanya dengan membuangnya ke tempat sampah. Masyarakat dituntut memastikan sampah telah dipilah secara tepat berdasarkan jenisnya agar proses pengelolaan, pemanfaatan kembali, serta daur ulang dapat berjalan secara optimal di hilir.

Lebih lanjut, Cinta juga mengapresiasi peluncuran area CFD Rasuna Said yang dinilai membawa dampak turunan yang positif bagi warga Jakarta. Selain menjadi kawasan rendah emisi, ruang publik ini dinilai efektif sebagai sarana interaksi sosial.

"Masalah lingkungan pada dasarnya adalah masalah kemanusiaan. Saya berharap ruang publik seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih sering bergerak, berinteraksi, dan bersosialisasi sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik," ucap Cinta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media: AS ingin bantu sekutunya di Teluk Persia dengan aset Iran
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo ke Siswa: Saya Sering Diejek Sampai Sekarang, Balas dengan Santun
• 5 jam laludetik.com
thumb
Federico Chiesa Beri Sinyal Tinggalkan Liverpool: Saya Ingin Bermain
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Strategi Industri Minuman Kemasan Bertahan dan Tumbuh di 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Bidan di Situbondo Ditemukan Tewas dalam Drainase, Ternyata Dibunuh Suami
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.