Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait dengan program Sekolah Rakyat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali pada Minggu (7/6/2026).
Prabowo mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat mesti digenjot. Sebab, peminatnya tinggi. Dari proses penjangkauan di Bali, terdapat sebanyak 400 calon siswa pendaftar, padahal alokasi 270 siswa.
Alhasil, Prabowo meminta untuk dilakukan penambahan pembangunan Sekolah Rakyat di Bali. Terlebih, Prabowo menginstruksikan Teddy untuk mengambil langkah-langkah taktis.
"Seskab nanti koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang lain. Cari fasilitas mereka yang ada dan kurang dimanfaatkan. Itu dipinjam, sampai sekolah [Sekolah Rakyat] yang permanen jadi," ujarnya.
Sebelumnya, Seskab Teddy menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia melalui program Sekolah Rakyat.
“Keinginan Bapak Presiden adalah bagaimana seluruh anak Indonesia punya cita-cita, punya kesempatan melalui pendidikan yang layak, sehingga ke depan bisa memperbaiki kehidupan kita semua,” ujar Teddy saat meninjau kesiapan operasional Sekolah Rakyat di Kampus Lembaga Administrasi Negara (LAN), Pejompongan, Jakarta Pusat bulan lalu (22/4/2026).
Dia menyoroti masih adanya anak-anak yang putus sekolah bahkan di wilayah dekat pusat pemerintahan.
“Di tempat ini tidak jauh dari Pusat Pemerintahan sekitar 3-5 kilometer, masih ada ada-ada anak putus sekolah, anak tidak sekolah. Ini masalah sejak lama, makanya kita ingin perbaiki, secara bertahap dan berkala tapi dengan cara secepat mungkin,” kata Teddy.
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah mengusung pendekatan terpadu dengan menjamin kebutuhan dasar siswa agar dapat belajar secara optimal. Fasilitas yang disiapkan meliputi tempat tinggal, makanan bergizi, hingga layanan kesehatan.
"Percayalah, di tempat ini nanti anak-anak akan dijamin tempat tinggalnya, makanannya, gizinya, kesehatannya, serta mendapatkan pendidikan yang sangat amat layak,” tegasnya.
Sementara itu, pada tahun ajaran 2025 sampai 2026, telah terdapat lebih dari 15.000 siswa Sekolah Rakyat di Indonesia. Kemudian, pada 2026 sampai 2027 terdapat alokasi tambahan 32.000 siswa Sekolah Rakyat.
Sampai saat ini, sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat yang merupakan rintisan. Pemerintah tengah membangun gedung untuk Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia. Kemudian, 93 Sekolah Rakyat permanen tengah berproses, dengan pembangunan hampir 80%.





