Dolar AS Tembus Rp18.000, Musisi Keluhkan Belanja Peralatan Musik Turut Terimbas

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Dengan nilai tukar yang melemah, belanja peralatan musik yang mayoritas produk impor pun menjadi lebih mahal.

Dolar AS Tembus Rp18.000, Musisi Keluhkan Belanja Peralatan Musik Turut Terimbas. (Foto: Freepik)

IDXChannel—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang melemah mulai memengaruhi industri musik. Beberapa musisi Indonesia mulai mengeluhkan bahwa belanja peralatan musik kian mahal.

Salah satu musisi yang mengeluhkan hal ini adalah Baskara Putra. Dalam unggahan di akun Twitter atau X miliknya, vokalis band Hindia, Feast., dan Lomba Sihir itu mengeluhkan kenaikan berbagai harga barang akibat rupiah yang melemah.

Baca Juga:
5 Musisi Indonesia dengan Royalti Musik Terbesar, Siapa Saja?

“Gue cukup pede untuk bilang bahwa gue ‘mampu’. Ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi yang, puji Tuhan, berhasil dan uangnya lebih dari cukup. Akhir-akhir ini gue merasa terdampak oleh kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah,” ungkap Baskara, dikutip Minggu (7/6/2026).

Ia membayangkan bagaimana kondisi ekonomi masyarakat di tengah melemahnya rupiah jika dirinya saja sebagai musisi sangat merasakan dampak tersebut. “Kalau gue aja terdampak, gue enggak kebayang kalian bakal gimana. Serem,” tambah dia.

Baca Juga:
7 Musisi Indonesia dengan Riders Sederhana, Intip Fasilitas yang Diminta

Dalam unggahannya yang lain, Baskara menuturkan bahwa dampak yang paling terasa oleh dirinya adalah belanja kebutuhan alat musik. Mengingat semua patokan pembelian menggunakan mata uang dolar. 

“Belanjaan kebutuhan alat musik jelas terdampak. Semuanya patokannya USD,” tutur Baskara.

Baca Juga:
Menteri Hukum Ungkap Musisi Indonesia Terima Royalti Lebih Kecil Dibanding Negara Lain

Meski demikian, ia tidak menampikan bahwa kenaikan harga tidak hanya dirasakan dari segi harga alat musik. Melainkan semua harga kebutuhan, bahkan harga-harga kebutuhan krusial dalam kehidupan sehari-hari, juga ikut terasa naik.

“Namun, poinnya bukan hanya di situ; ini kerasa kok pengeluaran buat makan (total bulanan) dan hal-hal esensial lainnya meningkat dibanding kemarin-kemarin,” pungkas dia.

Belanja peralatan yang mahal juga dikeluhkan oleh band asal Bandung, The Changcuters. Kepada iNews Media Group (IMG), manajer sekaligus bassist, Dipa Hasibuan, juga sempat mengakui bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memberikan tekanan berat bagi musisi. 

Dipa menyebut bahwa ketergantungan musisi terhadap barang impor menjadi kendala utama ketika mata uang asing menguat. 

"Kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang sedang mengalami tekanan pasar global yang berat. Ini juga berpengaruh ke ranah kita sebagai musisi dan ekosistem musiknya sendiri," ujar Dipa saat dihubungi pada Jumat (5/6/2026). 

Menurutnya, hampir seluruh penunjang aksi panggung musisi dibeli menggunakan mata uang asing. Hal ini otomatis membengkakkan biaya operasional. 

"Sebagian besar instrumen musik seperti alat musik, mikrofon, kabel, sound system dan lainnya banyak yang merupakan barang impor dan penjualannya menggunakan mata uang asing. Dengan begini, berarti musisi dan vendor juga akan mengeluarkan lebih banyak biaya dari sebelumnya untuk perawatan dan pembelian instrumen baru, jelasnya. 

Tak hanya soal alat, Dipa juga menyoroti potensi kenaikan biaya produksi konser yang pada akhirnya bisa membebani kantong para penikmat musik di Tanah Air. 

"Pasti ada peningkatan biaya untuk mengadakan konser dengan spesifikasi yang biasa digunakan, dan hal itu akan berpengaruh pada daya beli penonton untuk menikmati konser-konser di Indonesia," tambah Dipa.

Meski demikian, ia berharap industri musik tetap mendapat dukungan karena perannya yang vital bagi ekonomi nasional. 

"Harapannya, karena industri musik ini merupakan subsektor dalam ekosistem ekonomi kreatif, diharapkan bisa mendorong stabilitas ekonomi yang mampu menciptakan efek besar bagi berbagai sektor, seperti pariwisata, transportasi, akomodasi, UMKM lokal, vendor dan lainnya," pungkasnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemdiktisaintek ajak politeknik perkuat kemandirian teknologi nasional
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Kelakar Kapolri di Kongres Buruh: Selesai Jadi Polisi, Saya Mau Jadi Aktivis
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Imigrasi Amankan 4 WN Tiongkok, Diduga Jaringan "Love Scamming" Internasional
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Cara Pengembalian Dana PT Syaftraco
• 5 jam laluptsyaftraco.co
thumb
Lestari Moerdijat: Nilai-Nilai Integritas Harus Ditanamkan sejak Dini
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.