Menikmati "Sunset" dari Beranda Batam

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Masih sekitar 15 menit lagi sebelum waktu menuju pukul 17.00 WIB. Dua gelas minuman berisi teh tarik dingin yang berada di atas meja masih menyisakan lebih dari setengahnya.

Tak lama kemudian pramusaji gerai Nasi Kandar Penang datang mengantarkan pesanan kami, yaitu nasi goreng dan mie goreng seafood. Uap yang mengepul di atas piring dan aroma rempah yang tercium segera menggugah selera makan.

Gerai Nasi Kandar Penang itu merupakan salah satu gerai makan di kawasan Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau.

Selain nasi goreng dan mie goreng, gerai makan itu juga menyediakan menu lain seperti nasi lemak, nasi briyani, nasi kandar, roti canai, dan olahan daging kambing dengan bumbu kari yang khas.

Ruangan tempat kami bersantap itu tidak dilengkapi penyejuk ruangan. Kipas angin yang berputar tidak mampu mengusir udara yang gerah. Maklum saja cuaca sore pada akhir Mei 2026 itu sangat cerah. Tak terasa keringat mengucur dan sedikit membasahi baju.

Di depan gerai, tampak sejumlah orang sibuk hilir mudik. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian dan sepatu olahraga. Ada yang bersepeda dan berjalan kaki santai. Sementara yang lain jogging menyusuri jalan di depan pertokoan dan area komersial lainnya yang berada di kawasan itu.

Harbour Bay yang terletak di Kecamatan Batu Ampar, merupakan salah satu kawasan tepi laut di sisi utara Batam yang dikembangkan sebagai kawasan terpadu atau mixed use development.

Harbour Bay Downtown yang memiliki luas sekitar 20 hektar itu meliputi area komersial seperti ritel, perkantoran, hotel dan apartemen, serta fasilitas publik dan rekreasi.

Salah satu fasilitas publik adalah terminal feri penyeberangan Harbour Bay yang melayani penyeberangan ke Singapura dan Malaysia. Selain dari Pelabuhan Harbour Bay, penyeberangan Batam-Singapura dan Batam-Malaysia dapat dilakukan melalui Pelabuhan Batam Centre, Pelabuhan Sekupang, dan Pelabuhan Nongsa.

Waktu tempuh feri dari Harbour Bay menuju Harbour Front di Singapura sekitar 45 menit. Saat cuaca cerah, gedung-gedung yang berada di Singapura dapat dilihat dari kejauhan di kawasan Harbour Bay ini.

Sementara dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, kawasan Harbour Bay ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit menggunakan mobil.

Sore itu, salah satu spot yang sedang ramai pengunjung adalah area pedestrian yang berada tepat di pinggir laut. Area pedestrian itu berupa jalur untuk pejalan kaki yang memilik lebar sekitar 3 meter dengan deretan restoran, gerai kopi dan bar di satu sisi. Pada sisi yang berada di tepi laut terdapat pagar pembatas dengan tali.

Mereka menunggu sunset yang sebentar lagi turun. Beberapa diantaranya terlihat duduk berkelompok di pinggir jalur pedestrian, ada juga yang asyik berlari ringan mengelilingi tepi laut.

Pengunjung lainnya memilih duduk di sisi luar restoran dan gerai kopi di tepi laut itu sambil menikmati suasana senja. Selain warga Kota Batam, ada juga warga dari luar kota termasuk wisatawan mancanegara.

“Tempatnya menarik dan cukup ramai, selain itu juga banyak pilihan tempat makan,” kata Bruna, warga asal London, Inggris, yang menginap di salah satu hotel di Harbour Bay.

Menurut Theo, warga pendatang yang sudah lama bermukim di Batam, selain untuk keperluan penyeberangan, kawasan Harbour Bay menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi warga untuk sekedar bersantai menikmati sore, mencari kuliner, maupun berolahraga ringan. “Pemandangan sunset-nya menjadi salah satu lokasi favorit warga,” ujar Theo.

Aspek pariwisata Harbour Bay diperkuat dengan posisi Batam sebagai destinasi wisata singkat bagi warga Singapura dan Malaysia. Batam menjadi salah satu pilihan, terutama saat libur akhir pekan karena jaraknya yang dekat dan biaya wisata yang relatif terjangkau.

Harbour Bay menjadi beranda yang memberi kesan modern dan kosmopolitan bagi para pelancong yang tiba melalui jalur laut.

Hal itu membuat Harbour Bay kini dikenal sebagai salah satu destinasi urban tourism yang populer. Di kawasan ini denyut perdagangan, mobilitas internasional, serta pariwisata bertemu dalam lanskap Batam sebagai waterfront city yang terus berkembang.

Pada periode Januari-Desember 2025, Badan Pusat Stastistik Kota Batam mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Batam sebanyak 1.613.202 orang.

Jumlah itu meningkat 22,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 1.326.831. Selain didominasi wisatawan asal Singapura dan Malaysia, wisatawan mancanegara yang banyak berkunjung ke Batam adalah dari China dan India.

Selepas petang, keramaian pengunjung masih bertahan hingga malam. Tidak hanya di sejumlah restoran dan kafe, tenda-tenda yang menyajikan street food di area pasar malam juga tak kalah ramai.

Pengunjung asyik berbincang di meja-meja sambil menyantap siomay, dimsum, Thai steamboat, dan es krim rol.

Harbour Bay menjelang malam. KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Suasana di pasar malam Harbour Bay. KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Menikmati jajanan di pasar malam. KOMPAS/RADITYA HELABUMI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lihat Timnas Indonesia Berpesta ke Gawang Oman, Media Thailand Beri Pujian: Levelnya Dunia
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Monitoring Ketat UTBK SM-KPN 2026, Direktur PNUP Pastikan Pelaksanaan Lancar dan Aman
• 9 jam laluharianfajar
thumb
5 Kampus dengan Jurusan Unik di Indonesia
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
MUI Soroti Dugaan Korupsi MBG, Minta Pengelola BGN Berintegritas dan Akuntabel
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Bikin Gol untuk Timnas Indonesia ke Gawang Oman, Jadi Kado Istimewa Justin Hubner Jelang Pernikahannya
• 13 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.