Jakarta (ANTARA) - Apple dikabarkan mungkin tidak bakal merilis ponsel lipat perdananya iPhone Fold dengan pilihan warna hitam yang tak pernah absen di jajaran iPhone biasa.
Kabar ini datang dari pembocor teknologi Instant Digital di Weibo melalui unggahannya. Dilaporkan Macrumors, Jumat (5/6), menurut Instant Digital hingga saat ini Apple belum memutuskan adanya pilihan warna hitam pada ponsel lipat tersebut.
Ia bahkan menyindir Apple dengan mengatakan dalam unggahannya, "Apakah mereka punya dendam terhadap warna hitam?"
Pernyataan ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berbasis di Cupertino itu memang tengah mempertimbangkan pilihan warna untuk ponsel lipatnya.
Baca juga: Produksi iPhone Fold tertunda, peluncuran masih sesuai jadwal
Meski begitu hal ini menjadi sebuah pertanyaan untuk perangkat yang diharapkan akan segera memasuki produksi massal dan diluncurkan paling cepat pada September 2026.
Membahas bocoran pilihan warna iPhone Fold, sebenarnya Instant Digital sudah mengemukakannya pada Februari 2026. Pembocor informasi tersebut menggambarkan perangkat itu hanya akan hadir dalam dua pilihan warna, dengan putih sebagai satu-satunya warna yang dikonfirmasi dan warna kedua yang tidak ditentukan.
Pada Mei 2026, Instant Digital kembali mengemukakan bocoran serupa dan menurutnya tidak ada detail warna yang diubah dengan dua opsi yang disiapkan.
Baca juga: iPhone Fold digadang rilis tepat waktu pada September 2026
Komentar terbaru terkait tidak adanya pilihan warna hitam tidak serta merta bertentangan dengan hal itu, tetapi menimbulkan ketidakpastian baru tentang apa sebenarnya pilihan warna kedua tersebut.
Secara terpisah, Macworld mengutip sumber rantai pasokan yang mengklaim bahwa pilihan warna kedua akan berupa warna indigo yang mirip dengan Deep Blue pada iPhone 17 Pro , di samping warna perak dan putih klasik.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa perangkat ini akan menawarkan pilihan warna yang lebih sedikit daripada model iPhone 18 Pro, tanpa warna yang berani atau cerah.
Baca juga: iPhone Ultra diperkirakan jadi nama ponsel lipat perdana Apple
Mark Gurman dari Bloomberg juga melaporkan bahwa Apple berencana untuk "menghindari warna-warna ceria" dan tetap menggunakan warna netral seperti perak atau putih maupun abu-abu.
Membahas bocoran produksinya, diketahui saat ini panel OLED dari Samsung Display untuk perangkat tersebut sudah memasuki produksi massal.
Keputusan warna biasanya berdampak langsung pada manufaktur dan pengadaan komponen, yang semuanya perlu dipastikan jauh sebelum peluncuran.
Untuk perangkat yang kompleks dan terbatas pasokannya seperti iPhone Fold ketidakpastian yang serius di tahap akhir tampaknya tidak mungkin terjadi, jadi rumor tersebut mungkin hanya menunjukkan beberapa ketidakjelasan dalam rantai pasokan tentang warna kedua.
Baca juga: iPhone Fold masuk tahap uji coba produksi sebelum peluncuran
Penawaran warna yang terbatas mungkin sebagian mencerminkan realitas praktis dalam memproduksi perangkat tersebut.
Analis rantai pasokan Ming-Chi Kuo telah memperingatkan bahwa tantangan hasil produksi dan peningkatan kapasitas di tahap awal dapat membatasi pasokan setidaknya hingga akhir 2026, dan bahwa angka yang sering dikutip sebesar 15 hingga 20 juta unit kemungkinan mencerminkan permintaan kumulatif selama siklus hidup produk selama dua hingga tiga tahun penuh, bukan hanya 2026 saja.
Menambahkan varian warna meningkatkan jumlah gawai yang harus diproduksi, disimpan, dan dialokasikan, yang merupakan komplikasi yang tidak banyak mendapat insentif komersial dari Apple untuk ditanggung mengingat pasokan saat peluncuran diperkirakan akan terbatas.
Dengan harga awal yang menurut Mark Gurman akan "melampaui ambang batas 2.000 dolar AS (sekitar Rp36 jutaan)", iPhone lipat ini kemungkinan besar tidak akan menarik pembeli yang keputusan pembeliannya sangat ditentukan oleh pilihan warna.
iPhone lipat pertama dari Apple diperkirakan akan diumumkan pada bulan September 2026 bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Baca juga: iPhone Fold gunakan engsel buatan pencetak 3D agar minim lipatan layar
Kabar ini datang dari pembocor teknologi Instant Digital di Weibo melalui unggahannya. Dilaporkan Macrumors, Jumat (5/6), menurut Instant Digital hingga saat ini Apple belum memutuskan adanya pilihan warna hitam pada ponsel lipat tersebut.
Ia bahkan menyindir Apple dengan mengatakan dalam unggahannya, "Apakah mereka punya dendam terhadap warna hitam?"
Pernyataan ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berbasis di Cupertino itu memang tengah mempertimbangkan pilihan warna untuk ponsel lipatnya.
Baca juga: Produksi iPhone Fold tertunda, peluncuran masih sesuai jadwal
Meski begitu hal ini menjadi sebuah pertanyaan untuk perangkat yang diharapkan akan segera memasuki produksi massal dan diluncurkan paling cepat pada September 2026.
Membahas bocoran pilihan warna iPhone Fold, sebenarnya Instant Digital sudah mengemukakannya pada Februari 2026. Pembocor informasi tersebut menggambarkan perangkat itu hanya akan hadir dalam dua pilihan warna, dengan putih sebagai satu-satunya warna yang dikonfirmasi dan warna kedua yang tidak ditentukan.
Pada Mei 2026, Instant Digital kembali mengemukakan bocoran serupa dan menurutnya tidak ada detail warna yang diubah dengan dua opsi yang disiapkan.
Baca juga: iPhone Fold digadang rilis tepat waktu pada September 2026
Komentar terbaru terkait tidak adanya pilihan warna hitam tidak serta merta bertentangan dengan hal itu, tetapi menimbulkan ketidakpastian baru tentang apa sebenarnya pilihan warna kedua tersebut.
Secara terpisah, Macworld mengutip sumber rantai pasokan yang mengklaim bahwa pilihan warna kedua akan berupa warna indigo yang mirip dengan Deep Blue pada iPhone 17 Pro , di samping warna perak dan putih klasik.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa perangkat ini akan menawarkan pilihan warna yang lebih sedikit daripada model iPhone 18 Pro, tanpa warna yang berani atau cerah.
Baca juga: iPhone Ultra diperkirakan jadi nama ponsel lipat perdana Apple
Mark Gurman dari Bloomberg juga melaporkan bahwa Apple berencana untuk "menghindari warna-warna ceria" dan tetap menggunakan warna netral seperti perak atau putih maupun abu-abu.
Membahas bocoran produksinya, diketahui saat ini panel OLED dari Samsung Display untuk perangkat tersebut sudah memasuki produksi massal.
Keputusan warna biasanya berdampak langsung pada manufaktur dan pengadaan komponen, yang semuanya perlu dipastikan jauh sebelum peluncuran.
Untuk perangkat yang kompleks dan terbatas pasokannya seperti iPhone Fold ketidakpastian yang serius di tahap akhir tampaknya tidak mungkin terjadi, jadi rumor tersebut mungkin hanya menunjukkan beberapa ketidakjelasan dalam rantai pasokan tentang warna kedua.
Baca juga: iPhone Fold masuk tahap uji coba produksi sebelum peluncuran
Penawaran warna yang terbatas mungkin sebagian mencerminkan realitas praktis dalam memproduksi perangkat tersebut.
Analis rantai pasokan Ming-Chi Kuo telah memperingatkan bahwa tantangan hasil produksi dan peningkatan kapasitas di tahap awal dapat membatasi pasokan setidaknya hingga akhir 2026, dan bahwa angka yang sering dikutip sebesar 15 hingga 20 juta unit kemungkinan mencerminkan permintaan kumulatif selama siklus hidup produk selama dua hingga tiga tahun penuh, bukan hanya 2026 saja.
Menambahkan varian warna meningkatkan jumlah gawai yang harus diproduksi, disimpan, dan dialokasikan, yang merupakan komplikasi yang tidak banyak mendapat insentif komersial dari Apple untuk ditanggung mengingat pasokan saat peluncuran diperkirakan akan terbatas.
Dengan harga awal yang menurut Mark Gurman akan "melampaui ambang batas 2.000 dolar AS (sekitar Rp36 jutaan)", iPhone lipat ini kemungkinan besar tidak akan menarik pembeli yang keputusan pembeliannya sangat ditentukan oleh pilihan warna.
iPhone lipat pertama dari Apple diperkirakan akan diumumkan pada bulan September 2026 bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Baca juga: iPhone Fold gunakan engsel buatan pencetak 3D agar minim lipatan layar





