HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Timnas Amerika Serikat tampil mendominasi. Meskipun demikian mereka harus tersungkur 1-2 dari Jerman dalam laga persahabatan di Chicago. Ini menjadi ujian penting jelang Piala Dunia 2026.
Jerman membuka keunggulan dengan cepat melalui sundulan Kai Havertz yang memanfaatkan bola pantul dari tendangan bebas di awal pertandingan. Gol cepat ini memaksa Amerika Serikat bekerja keras untuk menemukan ritme permainan mereka.
Namun, seiring berjalannya waktu, tim asuhan Mauricio Pochettino mulai menguasai pertandingan dengan agresifitas tinggi. Sergiño Dest beberapa kali menembus pertahanan lawan, sementara Christian Pulisic aktif menginisiasi serangan dari berbagai sisi lapangan.
Upaya keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil ketika Antonee “Jedi” Robinson mencetak gol indah lewat tendangan voli spektakuler yang menyamakan kedudukan 1-1, membangkitkan semangat para pendukung.
Menjelang babak pertama berakhir, Pulisic kembali mendapatkan peluang, namun rapatnya pertahanan Jerman membuat skor tetap imbang.
Memulai babak kedua dengan percaya diri, Amerika Serikat kembali menciptakan peluang berbahaya. Kendati demikian, Jerman berhasil memanfaatkan celah melalui Leroy Sane yang melepaskan tembakan mendatar di dalam kotak penalti, membawa Jerman unggul 2-1.
Setelah gol tersebut, kedua tim melakukan pergantian pemain untuk menjaga kebugaran menjelang Piala Dunia, namun Amerika Serikat tetap berusaha keras mengejar ketertinggalan hingga menit akhir pertandingan.
Ketegangan sempat muncul ketika Tim Weah melakukan tekel keras yang memicu konfrontasi kecil antar pemain, namun insiden ini tidak berlanjut. Dalam 15 menit terakhir, Joe Scally dan Brenden Aaronson beberapa kali mengancam gawang Jerman, memaksa kiper Oliver Baumann melakukan penyelamatan penting.
Meski berbagai peluang tercipta, gol penyama kedudukan tidak kunjung datang hingga peluit panjang berbunyi.
Meski kalah, Amerika Serikat menunjukkan karakter kuat dan kemampuan menyaingi salah satu kekuatan utama Eropa. Mauricio Pochettino menegaskan bahwa dengan sedikit keberuntungan dan penyelesaian akhir yang lebih efektif, hasil bisa saja berbeda.
“Kami bangga dengan semangat dan performa tim, ini menjadi pembelajaran berharga sebelum menghadapi Paraguay di laga pembuka Piala Dunia 12 Juni nanti,” jelas Pochettino.
Sementara itu, Jerman akan memulai perjalanan mereka di Grup I melawan Curaçao dua hari setelah pertandingan pembuka Amerika Serikat. Pertandingan persahabatan ini menjadi gambaran penting bagi kedua tim mengenai apa yang harus diperbaiki sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai.





