REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ungkapan cinta dan penghormatan, melainkan juga amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Sejumlah hadis menjelaskan bahwa shalawat menjadi sebab turunnya rahmat, diampuninya dosa, diangkatnya derajat, bahkan menjadi salah satu kunci agar doa seorang hamba diterima dan sampai kepada Allah SWT.
Karena itu, para ulama senantiasa menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak shalawat dalam kehidupan sehari-hari. Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
Baca Juga
Tubuh adalah Kendaraan Jiwa Ketika di Dunia
Tentara Israel Bunuh Bayi Tujuh Bulan di Tepi Barat
Orang Tanpa Daging di Wajah: 3 Tanda Orang Terhina Menurut Rasulullah
"Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati, melainkan Malaikat Jibril datang kepadaku seraya mengucapkan 'Wahai Muhammad, si Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu,' maka aku menjawab 'Waalaihis-salamu wa rahmatullahi wa barakatuh'."
Muhammad bin Al Fadl menceritakan dengan sanadnya dari Said bin Al Musayyab, ia berkata, "Umar berkata bahwa ia mendengar doa itu ditahan di antara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas Nabi Muhammad SAW."
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW naik ke atas mimbar lalu mengucapkan "Aamiin." Kemudian naik lagi dan mengucapkan "Aamiin." Kemudian naik lagi mengucapkan "Aamiin."
Kemudian beliau duduk, lantas Mu'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah SAW, "Kenapa engkau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan aamiin tiga kali?"