BRILink Jadi Penjaga Kedaulatan Rupiah di Seko

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

Bagi warga Seko, BRILink bukan sekadar tempat menarik uang tunai. Kehadirannya membuat masyarakat tak lagi harus menempuh perjalanan panjang dan mahal menuju Masamba untuk mengakses layanan perbankan.

EDWARD AS
Kecamatan Seko

Matahari sudah muncul dari balik pegunungan. Namun udara pagi di Desa Padang Balua, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, masih menyisakan dingin yang menusuk.

Kabut tipis belum sepenuhnya pergi. Embun menggantung di daun-daun kopi dan kakao yang tumbuh subur di lereng-lereng perbukitan. Dari kejauhan, suara ayam kampung bersahutan memecah kesunyian lembah yang perlahan mulai hidup.

Daerah ini termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T tersebut berada di tengah pegunungan Kabupaten Luwu Utara. Jaraknya dari Ibu Kota Luwu Utara, Masamba hanya 120 Kilometer. Namun harus ditempuh delapan hingga 10 jam jika musim kemarau. Namun jika musim hujan bisa hingga 24 jam lebih.

Jaringan listrik utama dari PLN belum menjangkau seluruh wilayah. Sebagian masyarakat masih mengandalkan genset dan panel surya untuk menerangi malam.

Warga Seko melakukan penyetoran uang hasil penjualan kakao di BRILink Kambuno, Sabtu, 6 Juni 2026. FOTO EDWARD/FAJAR

Namun disebuah rumah sederhana yang sekaligus difungsikan sebagai kios BRILink, Halijah memulai aktivitas seperti biasa. Perempuan itu membuka pintu kayu rumahnya, merapikan beberapa kursi plastik di teras. Tangannya kemudian mengambil sebuah benda kecil yang terletak di atas meja kayu tua. Ia memastikan mesin EDC BRILink itu berfungsi dengan baik sebelum warga mulai berdatangan.

Halijah merupakan pengelola BRILink Kambuno, salah satu agen BRILink yang melayani masyarakat di Padang Balua. Dari rumah sederhananya itu, layanan perbankan hadir di tengah kawasan pegunungan yang selama bertahun-tahun identik dengan keterisolasian.

“Kalau di sini, uang tunai itu harus selalu tersedia,” ujar Halijah sambil tersenyum tipis, Sabtu, 6 Juni 2026.

Warga Seko bergotong royong sedang menyeberangi Sungai Rongkong menuju kecamatan Seko, Sabtu, 6 Juni 2026. FOTO EDWARD/FAJAR

Bagi masyarakat kota, mesin EDC mungkin hanya bagian kecil dari aktivitas perbankan sehari-hari. Namun di Padang Balua, alat tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

Melalui BRILink Kambuno yang dikelolanya, warga Seko dapat melakukan tarik tunai, setor uang, transfer, pembayaran tagihan, hingga menerima kiriman uang dari keluarga yang bekerja di kota. Sesuatu yang dahulu mengharuskan mereka menempuh perjalanan panjang menuju Masamba.

Tak lama setelah kios dibuka, warga mulai berdatangan. Ada yang baru selesai menjual kakao dan hendak menyimpan uang hasil panen. Ada petani kopi yang ingin menarik tabungan untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Ada pula orang tua yang menerima kiriman uang dari anak-anak mereka yang merantau.

Dalam sehari, jumlah transaksi yang dilayani BRILink Kambuno dapat mencapai sekitar 50 transaksi. Ketika musim panen tiba, aktivitas di kios kecil itu menjadi jauh lebih ramai.

“Kalau petani baru panen, sehari saja uang bisa habis,” katanya.

Warga Seko sedang membawa kebutuhan makan ke Kecamatan Seko, Sabtu, 6 Juni 2026. FOTO EDWARD AS/FAJAR

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Halijah menyediakan uang tunai cukup besar. Jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran sebuah rumah kecil di pedalaman pegunungan.

Namun uang sebanyak itu terkadang hanya bertahan beberapa hari. Sebab, Seko bukan wilayah yang mudah dijangkau.

Ia masih mengingat masa ketika BRILink belum hadir di Padang Balua. Kala itu, ia sendiri harus pergi ke Masamba untuk menyimpan uang hasil panen.

Suatu ketika, hujan deras turun sepanjang perjalanan. Jalan berubah menjadi lumpur. Sepeda motor tidak dapat melintas. Ia terpaksa bermalam di rumah kerabat karena akses menuju kampung tertutup.

“Saya takut sekali waktu itu. Uang ini hasil kerja berbulan-bulan,” kenangnya.

Pengalaman tersebut masih membekas di ingatannya hingga sekarang. Karena itu, ia berusaha menjaga agar layanan BRILink Kambuno tetap berjalan.

Meski demikian, tantangan lain kerap muncul ketika persediaan uang tunai habis.Tidak ada mobil pengangkut uang yang datang ke Seko.

Tidak ada layanan kas keliling. Bahkan kendaraan roda dua pun harus berjibaku dengan jalan berlumpur dan tanjakan yang membuat perjalanan terasa seperti pertaruhan.

Karena itu, Halijah memiliki cara yang mungkin sulit dibayangkan masyarakat perkotaan. Ia meminta keluarganya di Masamba menyiapkan uang tunai. Paket berisi lembaran rupiah itu kemudian dititipkan melalui pesawat kecil yang melayani penerbangan menuju Seko.

“Saya biasanya minta keluarga kirim dari Masamba lewat pesawat. Dengan cara itulah kebutuhan uang tunai masyarakat di Padang Balua tetap terpenuhi,” ucapnya.

Sejak September 2024, koneksi internet yang menopang transaksi BRILink Kambuno juga berasal dari langit.
Saat itu, Halijah memutuskan memasang perangkat Starlink di atap rumahnya. Sebuah antena kecil berdiri menghadap langit yang hampir setiap pagi diselimuti kabut. Sementara listrik untuk menghidupkannya berasal dari panel surya.

“Internetnya dari langit, listriknya dari matahari,” katanya sambil tertawa kecil.

Teknologi yang bagi sebagian orang dianggap biasa, di tempat itu justru menjadi jawaban atas keterisolasian yang telah lama dirasakan masyarakat. Dari sebuah rumah sederhana, layanan perbankan kini dapat hadir di tengah pegunungan Seko.

Perjalanan Menuju Seko Juga Menjadi Cerita Tersendiri

Pada musim kemarau, debu beterbangan dari jalan tanah yang mengeras. Namun ketika hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur merah yang licin. Kendaraan sering terjebak. Di beberapa titik, pengendara harus menyeberangi sungai dan melintasi tanjakan curam.

Tak sedikit pengemudi yang turun dari sepeda motor sambil berusaha menjaga agar kendaraannya tetap mendapatkan pijakan. Bagi masyarakat Seko, perjalanan menuju Masamba bukan sekadar bepergian.

Perjalanan itu membutuhkan waktu berjam-jam, tenaga, dan keberanian. Karena medan yang sulit, ongkos ojek menuju wilayah tersebut bisa mencapai Rp1 juta saat musim kemarau. Ketika hujan turun dan kondisi jalan semakin buruk, tarifnya bahkan dapat meningkat hingga dua kali lipat.

Kondisi itulah yang membuat keberadaan BRILink Kambuno memiliki arti penting bagi masyarakat. Salah seorang yang merasakan manfaat itu adalah Rival.

Pagi itu, pria tersebut datang untuk melakukan transaksi. Setelah selesai, ia memasukkan kembali buku tabungannya ke dalam tas dan duduk sejenak sambil berbincang dengan Halijah.

Menurut Rival, keberadaan BRILink Kambuno sangat membantu masyarakat Seko. Sebelum layanan tersebut hadir, warga harus pergi ke Masamba untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Perjalanan yang panjang dan biaya yang mahal membuat sebagian masyarakat memilih menyimpan uang di rumah.

“Kalau tidak ada BRILink, kami harus ke Masamba. Ongkosnya mahal dan perjalanan juga tidak mudah. Sekarang lebih gampang karena bisa tarik uang dan transaksi di sini saja,” katanya.

Ia mengaku merasa lebih tenang karena tidak perlu lagi membawa uang dalam jumlah besar melewati jalan-jalan yang sulit. “Kalau tidak ada BRILink, mungkin saya tidak berani bawa uang sebanyak ini. Takut juga kalau di jalan terjadi apa-apa. Sekarang lebih aman karena semuanya bisa dilakukan di kampung sendiri,” ujarnya.

Bagi Rival, kehadiran agen BRILink bukan hanya mempermudah transaksi. Lebih dari itu, layanan tersebut telah menghemat waktu dan biaya masyarakat.

“Kalau ke Masamba, sehari bisa habis di jalan. Belum lagi ongkosnya besar. Dengan adanya BRILink, kami sangat terbantu. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota hanya untuk ambil uang atau transfer,” katanya.

BRI Masamba Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemimpin Cabang BRI Masamba, Wahyu Adi Wibisono, mengatakan bahwa kondisi geografis di kedua wilayah tersebut tidak menjadi kendala bagi BRI untuk terus hadir memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, BRI tetap berupaya memastikan layanan keuangan dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat di daerah tersebut.

“BRI KC Masamba berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat, termasuk di wilayah Seko dan Rampi. Penyaluran KUR kami lakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Selain menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI KC Masamba juga memperkuat akses layanan keuangan melalui keberadaan Agen BRILink yang telah tersebar di wilayah Seko dan Rampi. Kehadiran agen tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus mendatangi kantor bank.

Melalui Agen BRILink, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, transfer, hingga pembayaran berbagai tagihan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih efisien.

“Keberadaan Agen BRILink menjadi salah satu solusi BRI dalam menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Kami berharap dengan semakin luasnya jaringan layanan ini, inklusi keuangan di wilayah Seko dan Rampi dapat terus meningkat,” tambahnya.

Ke depan, BRI KC Masamba akan terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan penyaluran pembiayaan serta perluasan jaringan layanan keuangan yang mudah dijangkau oleh masyarakat. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinergi Membangun Generasi Unggul melalui Pendidikan Berstandar Global
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Raymond/Joaquin Punya Nazar Unik jika Juara Indonesia Open 2026
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Tantangan Kepolisian Kian Kompleks, STIK Sebut Polri Butuh Lebih Banyak Pemikir Strategis
• 46 menit laluviva.co.id
thumb
Akbar Faizal Klaim Purbaya Kalah
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BNI Buka Rekrutmen ODP Retail Banking Regional Timur 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.