2 Kebocoran Udara Ditemukan di ISS, Astronaut Dipastikan Aman

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengungkapkan adanya dua kebocoran udara di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Jumat (5/6) waktu setempat. Meski demikian, Roscosmos memastikan kondisi tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung bagi awak maupun sistem di dalam laboratorium orbit tersebut.

Roscosmos mengatakan kebocoran terdeteksi saat kompartemen ruang transisi pada modul Zvezda diberi tekanan.

"Para spesialis dari kelompok kontrol operasional utama segmen Rusia di ISS mendeteksi kebocoran dari wahana tersebut," tulis Roscosmos, mengutip Reuters.

Kebocoran pertama disebut berhasil ditangani menggunakan senyawa penyegel kedap udara, sementara persiapan dilakukan untuk menutup kebocoran kedua yang berada di bagian kerucut ruang transisi modul Zvezda. Menurut Roscosmos, tekanan di dalam ISS tetap stabil dan berada pada tingkat yang telah diperhitungkan sehingga keselamatan kru tidak terancam.

Meski begitu, NASA sempat memerintahkan lima astronaut berlindung di kapsul Crew Dragon milik SpaceX dan bersiap melakukan prosedur evakuasi selama hampir dua jam. Perintah tersebut dikeluarkan pada pukul 09.04 waktu setempat setelah Rusia mencoba memperbaiki retakan di segmen ISS miliknya.

Sekitar dua jam kemudian, NASA mencabut instruksi itu dan mengizinkan para astronaut kembali ke stasiun setelah memantau laju kebocoran udara bersama Roscosmos.

ISS saat ini dihuni tujuh astronaut dari dua misi berbeda. Tim Crew-12 yang tiba pada Februari 2026 terdiri dari astronaut NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Sophie Adenot, serta kosmonaut Rusia Andrey Fedyaev. Tiga anggota kru lainnya, yaitu astronaut AS Christopher Williams serta kosmonaut Rusia Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikayev, telah berada di ISS sejak November 2025.

Perbedaan pendekatan perbaikan juga sempat memicu ketegangan antara kedua badan antariksa. Dua kosmonaut Rusia berencana menggunakan gergaji untuk mencapai area yang diduga menjadi sumber retakan, tapi NASA tidak menyetujui metode tersebut.

Keberatan dari NASA membuat pusat kendali misi di Houston memerintahkan prosedur safe-haven, yaitu langkah darurat yang mengharuskan astronaut berlindung di wahana antariksa yang dapat digunakan untuk evakuasi jika diperlukan.

Juru bicara NASA, Bethany Stevens, mengatakan prosedur tersebut dihentikan setelah Roscosmos menghentikan sementara upaya perbaikan.

"Kami menantikan kerja sama dengan Roscosmos untuk menemukan pendekatan bersama dalam menangani kebocoran ini," kata Stevens.

Perintah safe-haven tergolong jarang dilakukan di ISS. Dalam 27 tahun sejarah operasinya, belum pernah ada astronaut yang benar-benar harus meninggalkan stasiun luar angkasa tersebut akibat keadaan darurat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Damai Cartenz Tangkap 1 Anggota KKB Diduga Terkait Penembakan Freeport
• 58 menit lalukumparan.com
thumb
Kementerian PU rampungkan 222 gedung SPPG
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Paus Leo XIV Tegaskan Konflik AS-Israel terhadap Iran Bukan Perang yang Adil
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Saham BBCA Turun 11 Persen Sepekan, di Mana Area Support Pentingnya?
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral Rekaman Sekcam dan Anak Buah Asyik Main PS Saat Jam Pelayanan, Ini Kata Pemda
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.