JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan keinginannya untuk menjadi aktivis setelah pensiun dari jabatannya guna mengisi kekosongan aktivis yang kini menjadi pejabat pemerintahan.
"Jadi, karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri, saya gantian jadi aktivis. Boleh enggak?" kata Sigit disambut tepuk tangan para buruh di Jakarta, sebagaimana dilansir ANTARA, Minggu (7/6/2026).
Baca juga: Draf RUU Polri: Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang hingga 63 Tahun
Keinginan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu.
Pembukaan kongres itu dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Menteri Lingkungan Hidup yang juga aktivis buruh yakni Mohammad Jumhur Hidayat, dan Presiden KSPSI Andi Gani.
Sigit awalnya menyoroti banyak aktivis-aktivis yang kini menduduki jabatan di pemerintahan, salah satunya Jumhur Hidayat dan Said Iqbal yang rencananya dilantik menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
"Tadi sudah banyak yang disampaikan oleh beliau-beliau. Memang terjadi perubahan dari aktivis-aktivis saat ini rata-rata kemudian menjadi pimpinan-pimpinan di kabinet. Selamat ya pak," ucapnya.
Baca juga: Mengintip Draf RUU Polri: Ada soal Jabatan hingga Perpanjangan Pensiun
Lalu, Sigit berseloroh bahwa selama lima tahun menjabat sebagai Kapolri kerap didemo oleh massa dan ingin gantian demo setelah jadi aktivis.
"Karena terus terang, saya tadi sangat senang dengar yel-yelnya tadi. Kayaknya cocok buat saya. Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi, gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur," ucap Sigit berseloroh.
Usai menyampaikan keinginannya, Sigit memaparkan dukungannya pada perjuangan para buruh.
Sigit mengatakan dirinya salah satu orang yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan mendukung upaya buruh mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan dirinya beserta jajarannya siap mengawal perjuangan buruh dalam memperoleh hak-haknya.
Saat ditodong pertanyaan usai pembukaan kongres, apakah keinginannya tersebut serius atau bercanda, Sigit balik bertanya apakah tidak boleh dirinya jadi aktivis.
"Emangnya enggak boleh yaa," jawab Sigit tersenyum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




