Yogyakarta bergotong royong dalam program bedah rumah

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggandeng sekitar 50 lembaga, perguruan tinggi, perusahaan, dan komunitas masyarakat untuk bergotong royong memperbaiki rumah tidak layak huni milik warga dalam program bedah rumah.

"Ini betul-betul kegiatan dari warga untuk warga. Pemerintah hanya mengorkestrasi. Jadi, melalui gotong royong seperti ini ada manfaat yang langsung dirasakan," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo pada penyerahan bantuan bedah rumah di Yogyakarta, Minggu.





Menurut dia, dari gerakan gotong royong yang baru berjalan sekitar satu pekan tersebut, telah terkumpul dukungan untuk membedah atau memperbaiki 22 rumah tidak layak huni milik warga.





Selain 22 rumah yang berasal dari dukungan berbagai lembaga, Pemkot Yogyakarta sebelumnya telah menyelesaikan bedah delapan rumah melalui gerakan gotong royong masyarakat.





Dengan demikian, kata Hasto, selama satu bulan terakhir total 30 rumah tidak layak berhasil diperbaiki tanpa menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) maupun anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Baca juga: Wali Kota: Program Bedah Rumah bentuk nilai gotong royong Pancasila





"Kami mengimbau masyarakat dan para pengusaha untuk bersama-sama bergotong royong. Baru seminggu berjalan, sudah terkumpul bantuan untuk 22 rumah. Ini luar biasa, ada hasil yang dirasakan masyarakat," katanya.





Ia mengatakan, program bedah rumah dipilih karena dapat melibatkan masyarakat secara langsung sekaligus memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat.





Pemkot Yogyakarta menilai masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan sehingga belum dapat menikmati kehidupan yang layak.





"Masih ada rumah-rumah yang sangat tidak layak huni. Bahkan ada yang kondisinya lebih sehat berada di luar rumah daripada di dalam rumah. Karena itu bedah rumah menjadi salah satu prioritas yang terus kami dorong," katanya.





Program bedah rumah menjadi salah satu kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Ke-7 Kota Yogyakarta yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Peringatan besar sebaiknya diwujudkan melalui aksi gotong royong dengan hasil konkret bagi warga.

Baca juga: Pemerintah gandeng swasta renovasi 8.000 unit rumah tidak layak huni





Peringatan juga diisi berbagai kegiatan gotong royong lain seperti bersih sungai, pengumpulan dan pemilahan sampah, dengan tujuan menumbuhkan optimisme masyarakat, bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi di Kabupaten Penajam daerah terdekat IKN bergerak positif
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Penusukan Maut Libatkan Sesama WNI di Hokkaido, Satu Orang Tewas
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia Open 2026: Ganda Putri Indonesia Perlihatkan Tren Positif
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Prasetyo Hadi Singgung Pesan Prabowo soal Tugas Berat Melawan Korupsi
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Istana Tanggapi Usulan Menteri HAM agar Sipil Duduki Jabatan di Polri
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.