Bandarlampung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung menyatakan sebanyak 5.443.750 kilogram beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) telah tersalur di 15 kabupaten serta kota di Provinsi Lampung.
"Bulog Kanwil Lampung hingga saat ini terus mengoptimalkan penyaluran beras salah satunya melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP)," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Minggu.
Ia mengatakan hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan 5.443.750 kilogram beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan ke berbagai wilayah di Provinsi Lampung.
"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut disalurkan melalui berbagai saluran distribusi resmi, antara lain pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah," katanya.
Dia menjelaskan program tersebut menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan ini merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat serta perluas, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," ucap dia.
Baca juga: Bulog percepat penyaluran beras SPHP, bantuan pangan jaga stabilitas
Baca juga: Bulog Kalteng distribusikan 2.500 beras SPHP jaga stabilitas harga
Menurut dia, pemerintah menilai bahwa kombinasi antara percepatan penyaluran bantuan pangan dan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasar.
"Dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan," tambahnya.
Ia pun memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola berada dalam kondisi aman, berkualitas baik, dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional maupun penanganan kondisi darurat apabila diperlukan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar dia.
Dia mengatakan bahwa pihaknya juga akan terus memperkuat upaya stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan serta mendistribusikan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan guna menjaga keterjangkauan harga beras dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
"Pemerintah melalui Bulog terus mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi pangan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen. Salah satu langkah strategis yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP di seluruh Provinsi Lampung," tambahnya.
Diketahui hingga awal Juni 2026 stok beras ada sebanyak 306.583 ton yang tersebar di sejumlah gudang Bulog di Provinsi Lampung.
Ia menjelaskan, ketersediaan stok yang kuat itu menjadi modal utama dalam mendukung penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan program SPHP, serta menjaga stabilitas harga dan pasokan beras bagi masyarakat Lampung.
Baca juga: Bapanas pastikan harga beras SPHP tak naik meski fluktuasi kurs dolar
Baca juga: Bulog pastikan beras SPHP tetap terjangkau untuk masyarakat
Baca juga: Dirut Bulog: Distribusi masif beras SPHP demi jaga stabilitas harga
"Bulog Kanwil Lampung hingga saat ini terus mengoptimalkan penyaluran beras salah satunya melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP)," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Minggu.
Ia mengatakan hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan 5.443.750 kilogram beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan ke berbagai wilayah di Provinsi Lampung.
"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut disalurkan melalui berbagai saluran distribusi resmi, antara lain pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah," katanya.
Dia menjelaskan program tersebut menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan ini merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat serta perluas, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," ucap dia.
Baca juga: Bulog percepat penyaluran beras SPHP, bantuan pangan jaga stabilitas
Baca juga: Bulog Kalteng distribusikan 2.500 beras SPHP jaga stabilitas harga
Menurut dia, pemerintah menilai bahwa kombinasi antara percepatan penyaluran bantuan pangan dan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasar.
"Dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan," tambahnya.
Ia pun memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola berada dalam kondisi aman, berkualitas baik, dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional maupun penanganan kondisi darurat apabila diperlukan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar dia.
Dia mengatakan bahwa pihaknya juga akan terus memperkuat upaya stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan serta mendistribusikan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan guna menjaga keterjangkauan harga beras dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
"Pemerintah melalui Bulog terus mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi pangan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen. Salah satu langkah strategis yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP di seluruh Provinsi Lampung," tambahnya.
Diketahui hingga awal Juni 2026 stok beras ada sebanyak 306.583 ton yang tersebar di sejumlah gudang Bulog di Provinsi Lampung.
Ia menjelaskan, ketersediaan stok yang kuat itu menjadi modal utama dalam mendukung penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan program SPHP, serta menjaga stabilitas harga dan pasokan beras bagi masyarakat Lampung.
Baca juga: Bapanas pastikan harga beras SPHP tak naik meski fluktuasi kurs dolar
Baca juga: Bulog pastikan beras SPHP tetap terjangkau untuk masyarakat
Baca juga: Dirut Bulog: Distribusi masif beras SPHP demi jaga stabilitas harga





