JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut peristiwa mobil pemadam kebakaran (damkar) yang tertimpa reruntuhan beton saat proses pembongkaran Gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta sebagai sebuah insiden.
Pramono menegaskan, kejadian tersebut bukan peristiwa yang bersifat berulang, melainkan insiden yang terjadi dalam aktivitas pembongkaran bangunan yang memiliki risiko keselamatan kerja.
“Ya, ini kan namanya juga insiden. Insiden itu kan bukan sesuatu yang secara terus-menerus ataupun rutin,” kata Pramono saat ditemui di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).
Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta Berhasil Dievakuasi, Tak Ada Korban Jiwa
Ia menjelaskan, seluruh aktivitas yang memiliki potensi risiko kecelakaan di Jakarta pada dasarnya telah diatur melalui standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Di Jakarta ini hampir semua aktivitas yang menimbulkan ataupun punya risiko kecelakaan sebenarnya SOP-nya sudah distandarkan,” ujarnya.
Namun demikian, Pramono menegaskan pemerintah provinsi tetap akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SOP di lapangan untuk meminimalkan risiko kejadian serupa di kemudian hari.
Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Reruntuhan Beton Gedung DLH Jakarta yang Dibongkar, 1 Petugas Terluka
Ia menyebut, meskipun SOP sudah diterapkan, dalam praktiknya tetap dimungkinkan adanya kejadian yang tidak diinginkan.
“Bahwa kemudian ada case satu, dua, itu ada, karena memang sekarang ini tetap kita monitor untuk itu. Tapi intinya hal-hal seperti itu akan kita perbaiki,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil pemadam kebakaran tertimpa reruntuhan beton saat proses pembongkaran Gedung DLH Jakarta di kawasan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2026) siang.
Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Reruntuhan Beton Gedung Dinas LH di Kramat Jati Jaktim
Peristiwa itu terjadi saat proses pembongkaran gedung sedang berlangsung. Warga sekitar, Sukidi (41), mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
“Pas kejadian saya dengar suara kayak tembok jatuh, lalu debu di mana-mana jadi gelap semua karena debu beton itu,” kata Sukidi.
Ia menuturkan, setelah kejadian terdengar suara alarm dari mobil damkar yang terus berbunyi.
Menurut dia, satu petugas diduga sempat mengalami luka dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans.
“Ambruk langsung ya. Alarmnya kan bunyi juga, enggak berhenti ya. Nah saya enggak berani mendekat karena sudah ditutup langsung pagarnya,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




