JAKARTA, KOMPAS.TV - Wacana perombakan Kabinet Merah Putih yang disebut akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat dinilai dapat menjadi momentum penting memperkuat efektivitas pemerintahan.
Langkah tersebut juga dipandang berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi, mempercepat program prioritas nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Pakar komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Syurya Muhammad Nur, menilai reshuffle merupakan bagian dari proses evaluasi yang wajar dalam pemerintahan.
"Reshuffle bukan sekadar hukuman politik, melainkan langkah korektif agar mesin pemerintahan berjalan selaras dengan agenda strategis Presiden," ujar Syurya dalam siaran persnya, Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, memasuki fase konsolidasi pemerintahan, Presiden membutuhkan jajaran menteri yang tidak hanya memiliki kapasitas teknokratis, tetapi juga mampu mengeksekusi kebijakan secara efektif dan menjelaskan program pemerintah kepada masyarakat.
Baca Juga: [FULL] Debat Mentan Amran-Mahasiswa Singgung soal Film Pesta Babi: Pokoknya Bebas Bertanya
Tantangan Pemerintah Semakin Kompleks
Syurya menilai tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini semakin beragam. Selain menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga dituntut meningkatkan investasi, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing nasional.
Di sisi lain, komunikasi publik menjadi faktor penting dalam menjaga dukungan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
"Sering kali masalah bukan pada substansi kebijakan, melainkan lemahnya kemampuan pejabat menjelaskan arah kebijakan kepada publik. Di era digital, menteri bukan hanya administrator, tetapi juga komunikator publik," tuturnya.
10 Kementerian yang Dinilai Berpotensi Masuk Evaluasi
Dalam pandangannya, terdapat sejumlah kementerian yang berpotensi menjadi perhatian dalam evaluasi kabinet mendatang. Berikut rinciannya:
1. Pariwisata
- Widiyanti Putri Wardhana dinilai perlu menghadirkan terobosan promosi dan strategi komunikasi yang lebih agresif guna memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- reshuffle kabinet
- prabowo subianto
- kabinet merah
- evaluasi menteri
- komunikasi publik
- stabilitas ekonomi





