BYD Tempel Toyota di Australia, Penjualan Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

BYD terus menunjukkan performa impresif di pasar otomotif Australia. Produsen kendaraan listrik asal China tersebut kembali menempati posisi kedua merek mobil terlaris nasional selama dua bulan berturut-turut, berada tepat di belakang Toyota yang masih memimpin pasar.

Berdasarkan data industri otomotif Australia yang dikutip Global Times, BYD mencatat penjualan 33.454 unit kendaraan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Meski masih tertinggal dari Toyota yang membukukan 76.017 unit, selisih penjualan antara kedua merek semakin mengecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan BYD terbilang sangat cepat. Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan hanya menjual 15.199 kendaraan, sementara Toyota membukukan penjualan 100.753 unit. Artinya, penjualan BYD meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun, sedangkan Toyota mengalami penurunan.

Media otomotif Australia, CarExpert, menyebut BYD kini menjadi penantang paling serius bagi dominasi Toyota di Negeri Kanguru. Bahkan, perusahaan menilai peluang untuk merebut posisi puncak hanya bergantung pada pilihan konsumen Australia di masa mendatang.

Merek China Semakin Dominan

Kinerja BYD melanjutkan tren positif yang sudah terlihat sejak April lalu. Saat itu, BYD berhasil menempati posisi kedua dalam daftar penjualan bulanan kendaraan di Australia.

Menariknya, tidak hanya BYD yang tampil kuat. Empat merek asal China kini berhasil masuk dalam daftar 10 besar penjualan kendaraan di Australia, yakni BYD, GWM, Chery, dan MG.

Baca Juga: BYD Pamer Dolphin G DM-i, Hybrid Hatchback dengan Jarak Tempuh 1.000 Km

Sementara Toyota masih mempertahankan posisi teratas dengan penjualan 15.185 unit pada April. Namun sejumlah pengamat menilai pertumbuhan pesat BYD didorong oleh kombinasi inovasi teknologi, efisiensi produksi, dan semakin lengkapnya lini produk yang ditawarkan.

Sekretaris Jenderal International Intelligent Vehicle Engineering Association, Zhang Xiang, mengatakan BYD memiliki sejumlah keunggulan utama, mulai dari teknologi baterai, sistem penggerak listrik, hingga kemampuan memproduksi kendaraan listrik dalam skala besar.

Menurutnya, semakin beragamnya jajaran model BYD turut memperkuat daya saing perusahaan dan mendukung ekspansinya di pasar Australia.

Didukung Tren Kendaraan Rendah Emisi

Prospek BYD di Australia juga mendapat perhatian dari pelaku industri otomotif setempat. Royal Automobile Club of Victoria (RACV) bahkan memprediksi BYD akan masuk tiga besar merek otomotif terbesar di Australia pada 2026 dan berpotensi menjadi pemimpin pasar dalam jangka panjang.

Di sisi lain, tren kendaraan rendah emisi yang terus berkembang menjadi faktor penting di balik pertumbuhan BYD. Data industri menunjukkan penjualan kendaraan listrik murni (EV) di Australia pada April meningkat 157,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, penjualan kendaraan plug-in hybrid (PHEV) melonjak hingga 270,2 persen, sedangkan kendaraan hybrid mencatat kenaikan 27,1 persen secara tahunan.

Asosiasi Dealer Otomotif Australia (AADA) menilai semakin banyak konsumen yang beralih ke kendaraan hemat energi seiring tingginya harga bahan bakar dan meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi biaya operasional.

Dukungan pemerintah juga berperan dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Program New Vehicle Efficiency Scheme dan insentif Electric Car Discount disebut berhasil meningkatkan pasokan sekaligus permintaan kendaraan listrik di pasar Australia.

Chief Executive Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), Tony Weber, mengatakan semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik yang tersedia serta tingginya harga bahan bakar telah mendorong minat konsumen terhadap kendaraan rendah emisi.

Penjualan Global BYD Ikut Melonjak

Pertumbuhan BYD tidak hanya terjadi di Australia. Secara global, perusahaan juga mencatat performa yang kuat sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Laku Keras, BYD Atto 3 Kantongi 30.000 SPK dalam Sepekan

Berdasarkan laporan Reuters pada awal Juni, penjualan internasional BYD pada Mei 2026 mencapai 160.644 unit, meningkat 80,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut ditopang oleh permintaan kendaraan listrik yang terus meningkat di Eropa dan sejumlah negara berkembang, terutama di tengah tren kenaikan harga energi global.

Dengan kombinasi dukungan kebijakan pemerintah, pasar otomotif yang matang, serta meningkatnya minat terhadap kendaraan rendah emisi, BYD dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperluas pangsa pasarnya di Australia dan semakin mendekati dominasi Toyota dalam beberapa tahun mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingin Tingkatkan Pendidikan di Semua Bidang: Pemimpin Harus Kerja Keras, Uang Dihemat
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026 Hari Ini: Hyundai Hillstate Tanpa Megawati Hangestri, Red Sparks vs GS Caltex
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Video Anggota TNI Diduga LGBT, Kadispenad: Tidak Benar
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tingkat Pengelolaan Sampah Indonesia Naik Jadi 24,95 Persen, Volume Limbah Masih Jadi Tantangan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Prediksi Piala AFF U-19: Vietnam Mengancam, Timnas Indonesia U-19 Bidik Status Juara Grup A
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.