Liputan6.com, Jakarta - Pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat dan dikawal Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.
Hal itu untuk memastikan berbagai proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, dan pengendalian sungai berjalan sesuai target serta mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat terdampak.
Advertisement
Pemantauan pemulihan infrastruktur dilakukan bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta pelaksana proyek untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan di sejumlah titik prioritas.
Selain memantau progres, Satgas PRR juga menyerap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga pasokan bahan bakar bagi alat berat yang digunakan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Di sejumlah lokasi di Aceh Tengah, misalnya, pekerjaan penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembangunan dinding penahan tanah terus menunjukkan kemajuan. Satgas meminta seluruh pekerjaan pada titik-titik kritis dapat diselesaikan lebih cepat agar infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat tidak kembali terganggu ketika curah hujan meningkat pada akhir tahun.
Percepatan juga dilakukan pada berbagai proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan kawasan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat longsor kini dalam tahap penanganan, sementara normalisasi sungai dan penguatan tebing terus dilakukan secara terpadu guna mengurangi risiko kerusakan berulang.
Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengendalian aliran sungai agar hasil pemulihan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Di wilayah Gayo Lues, perhatian juga diberikan pada pembangunan tanggul pengaman sungai yang berfungsi melindungi permukiman dan lahan produktif masyarakat. Mengingat tingginya intensitas hujan di kawasan tersebut, Satgas meminta pekerjaan yang semula ditargetkan selesai pada Agustus dapat dipercepat sehingga perlindungan bagi warga dapat segera dirasakan sebelum puncak musim penghujan tiba.




