Jakarta, tvOnenews.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus puas mengakhiri Indonesia Open 2026 sebagai runner-up setelah kalah dari Victor Lai di partai final.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6), Jonatan menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 8-21.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, Jojo menegaskan masih memiliki sejumlah target besar yang ingin dikejar pada sisa musim 2026, termasuk Kejuaraan Dunia dan Asian Games.
Saat ditanya mengenai peluangnya di dua ajang bergengsi tersebut serta peta persaingan tunggal putra dunia saat ini, Jonatan mengaku belum ingin terburu-buru memikirkan target berikutnya.
Peraih medali emas Asian Games 2018 itu memilih untuk menenangkan diri terlebih dahulu setelah menjalani rangkaian turnamen yang padat.
"Ya memang di tahun ini masih ada Kejuaraan Dunia, masih ada Asian Games. Dan ya, masih banyak hal yang bisa dikejar untuk ke depan. Tapi mungkin fokusnya saat ini adalah untuk menenangkan pikiran dulu, menjauh sebentar dari bulu tangkis, untuk merasakan lebih tenang, lebih membersihkan ya pikiran yang sudah dipakailah selama mungkin tiga minggu pertandingan ini sampai hari ini," ungkapnya di Media Center Indonesia Open 2026.
Menurut Jojo, waktu istirahat sejenak akan menjadi momen penting sebelum kembali menyusun persiapan bersama tim untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
"Jadi setelah itu mungkin baru kita, saya dan tim baru bisa fokus untuk ke depannya, untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," pungkasnya.
Mengenai peta persaingan di sektor tunggal putra, pemain berusia 28 tahun itu menilai perkembangan bulu tangkis dunia saat ini berlangsung sangat pesat.
Banyak negara yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan kini mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas dan menjadi ancaman di level tertinggi.
"Melihat peta tunggal putra sekarang, banyak pemain-pemain yang ya saya rasa kualitasnya cukup baik dan beberapa negara juga saya rasa sudah sangat-sangat berkembang, sudah sangat maju juga. Dan ya, bagus untuk bulu tangkis," ujarnya.
Jojo pun menyadari bahwa kondisi tersebut menuntut dirinya untuk terus meningkatkan kualitas permainan agar tetap mampu bersaing dengan para rival dari berbagai negara.




