Soroti Kasus Dugaan Korupsi BGN, MUI: Pengelola MBG Harus Miliki Integritas

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

MUI menekankan jajaran BGN yang menjadi pengelola MBG harus memiliki integritas, kapasitas, dan akuntabilitas.

Soroti Kasus Dugaan Korupsi BGN, MUI: Pengelola MBG Harus Miliki Integritas. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyoroti kasus dugaan korupsi yang menjerat Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. 

Ia menyatakan perbaikan sistem tata kelola BGN merupakan langkah yang strategis. Di sisi lain, Buya Amirsyah menilai, perlu juga perbaikan mentalitas para pemangku BGN.

Baca Juga:
Terungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

“Maka pengelola yang harus memiliki integritas, kapasitas, dan akuntabilitas sehingga seluruh jajaran pengelola BGN betul-betul harus teruji," kata Buya Amirsyah, dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (7/6/2026). 

Menurutnya, momentum ini harus dijadikan ajang dan pembelajaran yang baik bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mencari figur baru yang benar-benar teruji berintegritas.

Baca Juga:
BGN Hentikan Pendaftaran SPPG Baru, Dapur Lama yang Tak Sesuai Standar Akan Diblokir

Dia menyarankankan, perbaikan dengan memperkuat sistem tata kelola sesuai good corporate governance (GCG) yakni sistem tata kelola yang mengatur dan mengendalikan hubungan antara berbagai pihak.

Buya Amirsyah menyampaikan, MUI sangat menyayangkan adanya moral hazard atau penyimpangan di lembaga yang sebenarnya memegang misi mulia Astacita Presiden, yaitu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan pemenuhan gizi anak bangsa.

Baca Juga:
Kurangi Beban APBN, BGN Bakal Maksimalkan SPPG Dibiayai CSR Perusahaan dan Hibah Asing

“Terlebih, layanan gizi ini menuntut standar moralitas tinggi karena harus memenuhi syarat kehalalan, higienitas, dan lingkungan yang baik,” tutur dia.

Lebih lanjut, MUI mendorong penuh langkah lembaga yudikatif untuk mengusut tuntas kasus ini sebagai bagian dari fungsi penegakan hukum dan mengajak masyarakat bersama DPR sebagai wakil rakyat melakukan kontrol (check and balances) dalam bernegara.

Dia menegaskan perbaikan tata kelola MBG dinilai krusial ke depan agar tidak dimonopoli oleh sekelompok orang, melainkan dikembalikan sebagai "ruang rakyat" yang menggerakkan ekonomi masyarakat bawah, karena uang berasal dari, oleh dan untuk rakyat.

Buya Amirsyah berharap kepemimpinan baru akan menguji aspek integritas, kapasitas, dan akuntabilitas, BGN. “Karena itu, sekali lagi tata kelola BGN yang transparan, dan akuntabel sesuai prinsip (GCG),” kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SPK Wuling Eksion 1.500 Unit, Harga Baru Menanti
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Saksikan Siaran Langsung Perebutan Juara Grup Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia U-19 Vs Vietnam U-19
• 9 jam lalubola.com
thumb
Jadwal Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam Malam Nanti, Penentu Garuda Muda ke Semifinal
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Rupiah Melemah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Hasto PDIP: Buah Tata Negara Tidak Berjalan Baik
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Wanita Muda Ditemukan Tewas di Tanjung Priok, Kematian Diduga Tak Wajar
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.