Batuk Pilek Bukan Diobati Pakai Kecap dan Jeruk Nipis, Cukup Konsumsi Resep Alami Berikut

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Tubuh yang kelelahan karena bekerja keras dapat menurunkan imunitas, membuat kita mudah terserang batuk pilek. 

Meski sekilas mirip dan sering tertukar dengan flu, batuk pilek sebenarnya memiliki perbedaan medis. 

Baca Juga :
Bukan Dicabut atau Dicat, Lakukan Cara ini untuk Mengurangi Uban di Kepala
Sering Dikira Flu Biasa, Influenza Ternyata Bisa Berujung Fatal Jika Diabaikan

Penyakit yang dikenal dengan nama selesma (common cold) ini merupakan infeksi pada saluran pernapasan atas, di mana gejalanya dipicu oleh peradangan dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

Jika biasanya orang-orang langsung meminum obat kimia atau ramuan kecap-jeruk nipis saat sakit, ternyata ada alternatif lain yang lebih efektif. 

Terkenal dengan konsep pengobatan alaminya, dr. Zaidul Akbar mengungkapkan sebuah resep manjur yang mampu mengusir batuk pilek secara alami tanpa obat Kimia.

Resep Menghilangkan Batuk Pilek

Dilansir dari tayangan YouTube dr Zaidul Akbar Official, sebagian masyarakat Indonesia terkadang berlebihan dalam mengonsumsi obat-obatan, bahkan untuk penyakit ringan seperti batuk dan pilek.

"Batuk, pilek sedikit, antibiotik dikasih. Batuk, pilek tuh ngapain, jemur, kena matahari, kemudian makan  rempah. Selesai," ungkap dr Zaidul Akbar pada tayangan YouTube miliknya.

Padahal menurut dr Zaidul Akbar, kesembuhan batuk pilek bisa didapatkan secara alami cukup dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari serta mengonsumsi rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan sereh.

"Jangan diobati pakai antibiotik. Dekongestan contohnya golongan pseudoefedrin, Anda baca aja efek sampingnya apa," jelas dr Zaidul Akbar.

Ilustrasi jahe dan kunyit
Photo :
  • freepik

Sebaliknya, penggunaan obat kimia justru menimbulkan risiko yang bisa membawa efek samping baru bagi tubuh di luar penyakit utama, salah satunya adalah memicu jantung berdebar.

"Bikin jantung debar-debar. Kadang-kadang obatnya itu lebih parah dari penyakitnya, ya," ujarnya.

Bahkan dalam beberapa kasus, ketergantungan pada obat kimia tersebut bisa membuat kondisi tubuh menjadi lebih parah dari sebelumnya.

"Kalau seandainya resep itu bekerja dengan baik, kenapa Anda harus tetap makan obat?. Harusnya sesuatu yang bekerja dengan properly, dengan baik, Anda gak perlu lagi makan," tutur dr Zaidul Akbar.

Secara sederhana, dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa kunci kesembuhannya bukanlah obat, melainkan konsep sick maintenance atau pemeliharaan tubuh saat sakit agar imunitasnya kembali bangkit.

Baca Juga :
Keluarga Hebat Butuh Benteng Sehat, Vaksin Influenza Bisa Jadi Langkah Tepat!
Kelompok Ini Paling Rentan Dengan Komplikasi Flu, Jangan Anggap Sepele Gejalanya!
Musim Hujan Sering Batuk, Napas Terasa Berat dan Badan Mudah Lelah? Ini Solusinya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebiasaan Menahan Bersin karena Malu di Tempat Umum: Apakah Aman bagi Tubuh?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kesempatan Emas, Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Rumor Shin Tae-yong ke Persija Makin Kuat, Banyak Eks Anak Asuh Timnas Bisa Jadi Kunci
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Daftar Juara Polytron Indonesia Open 2026
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap! Bidan RSUD Besuki Situbondo Tewas Dibunuh Teman Dekat, Ini Identitasnya
• 16 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.