Liputan6.com, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Papua mengirimkan 10 sampel DNA milik keluarga korban ledakan bom di Biak ke Puslabfor Polri untuk membantu proses identifikasi potongan tubuh korban yang ditemukan di lokasi kejadian.
Sampel DNA dari 10 keluarga korban tersebut telah diambil dan dikirim ke Puslabfor Mabes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dalam proses pencarian identitas korban.
Advertisement
“Pemeriksaan postmortem menggunakan sampel darah itu dilakukan karena hingga kini belum ditemukan jasad ketiga korban yang dilaporkan hilang sejak insiden meledaknya bom peninggalan Perang Dunia II di Biak, tanggal 31 Mei lalu,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat dihubungi dari Jayapura, Minggu.
Ia menjelaskan, tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Papua telah selesai melakukan sterilisasi di lokasi kejadian dan memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa di wilayah tersebut.
Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak memasuki area kejadian karena proses penyelidikan masih terus berlangsung.




